DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzili menilai pembelian kapal induk yang dilakukan Kementerian Pertahanan sangat tepat karena demi menjaga laut Indonesia yang terbilang luas.
“Saya kira ini sesuatu yang memang dibutuhkan oleh negara kita dalam rangka menjaga luas laut kita yang luar biasa,” kata Ace Hasan saat jumpa pers di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa.
Menurut Ace, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas laut terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Setiap jengkal laut di wilayah Indonesia harus dijaga karena memiliki banyak potensi dari mulai kekayaan alam hingga perekonomian.
Karenanya, dia menilai perlu adanya penguatan dari segi alat utama sistem senjata (alutsista) untuk menjaga kawasan laut Indonesia.
Ia mengatakan, pembelian kapal induk menjadi opsi yang tepat dalam rangka menjaga kedaulatan laut Indonesia.
“Walaupun harus dilihat juga misalnya soal kemampuan fiskal dan lain sebagainya. Tapi saya kira memperkuat kekuatan laut kita melalui peralatan canggih termasuk memiliki kapal induk, saya kira kenapa tidak,” jelas Ace.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengatakan pihaknya menghadirkan kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk kepentingan misi operasi militer selain perang (OMSP).
“Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” kata Tunggul kepada ANTARA di Jakarta.
OMSP merupakan misi kemanusiaan yang kerap dilakukan TNI dalam situasi darurat seperti membantu warga dalam proses evakuasi saat bencana alam ataupun kecelakaan dalam skala besar.
Tidak hanya itu, pengiriman prajurit perdamaian ke daerah-daerah konflik juga dikategorikan sebagai OMSP.
Menurut Tunggul, kapal tersebut cocok untuk misi OMSP karena dapat mengangkut kebutuhan logistik dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, kapal tersebut juga memiliki daya jelajah yang tinggi dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang mumpuni.
Namun demikian, dirinya tidak menutup kemungkinan kapal tersebut nantinya juga dipakai untuk misi operasi perang.
Saat ini, kata Tunggul, pihaknya sedang berupaya mengakuisisi kapal induk milik AL Italia. Namun, dia tidak menjelaskan dengan rinci seperti apa proses akuisisi yang tengah berlangsung antara TNI AL dan AL Italia.
Tunggul juga tidak menjelaskan berapa uang yang harus digelontorkan Kementerian Pertahanan untuk mengakuisisi kapal induk tersebut.
Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.(ds/antara)