DINAMIKA SULTRA.COM, SURABAYA – Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh mengingatkan Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan agar mengutamakan kesetiaan dalam memimpin Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
“Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat dan yang paling mahal itu adalah kesetiaan. Setia itu melebihi dari tanggung jawab dan tugas,” ujar M Nuh dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menyampaikan bahwa ukuran kehadiran negara yang paling nyata adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap memperoleh pendidikan bermutu.
Selain itu, menurut dia, pendidikan merupakan satu-satunya instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Nuh mengingatkan bahwa tidak ada ciptaan Tuhan yang percuma dan manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan.
“Saya juga berpesan bahwa orang baik adalah orang yang mempunyai kebiasaan baik. Semakin baik, semakin banyak kebiasaan baiknya. Nah, kebiasaan baik inilah yang harus dilakukan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan,” tambah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.
Ia mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menginisiasi bimbingan teknis kepada para kepala sekolah dan tenaga pendidikan Sekolah Rakyat itu.
Menurut dia, selain menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat beroperasi terbanyak yang tersebar di 26 titik, Jawa Timur harus menjadi contoh bagi provinsi lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyatakan bahwa bimbingan teknis dilakukan untuk penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat serta penajaman indikator kinerja berbasis dampak.
Selain itu, penguatan pendampingan dan supervisi substantif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Menurut dia, seluruh upaya tersebut sejalan dengan program Gubernur Khofifah, yakni Jatim Cerdas, berupa pendidikan berdampak untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan dan menyiapkan masa depan anak Indonesia,” katanya.(ds/antara)