DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Setelah melalui rangkaian evaluasi dan visitasi lapangan oleh tim evaluator dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Halu Oleo (UHO) menyatakan siap membuka Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Dekan FK UHO, Dr. dr. I Putu Sudayasa, M.Kes., mengatakan pada awal Januari lalu, FK UHO telah divisitasi terkait pembukaan PDSS.
“Kegiatan yang dilakukan oleh tim evaluator merupakan bagian dari evaluasi pembukaan program studi baru, yang proses percepatannya telah diupayakan sejak bulan September,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pertemuan hybrid pada 7 Oktober 2025 bersama tim pembina dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) Makassar, yang diikuti oleh seluruh dosen, khususnya dosen di Laboratorium Bedah FK UHO, serta dihadiri langsung oleh Rektor dan seluruh jajaran pimpinan universitas.
“Rangkaian kegiatan ini kemudian berlanjut dengan berbagai persiapan lanjutan, termasuk diskusi intensif bersama tim Doktor Pendidikan di Laboratorium Bedah, sebagai bagian dari penguatan akademik dan kurikulum. Setelah seluruh dokumen pengusulan diselesaikan melalui Sistem Siaga dan Sipinter, sebagai amanah dari Kementerian untuk pembukaan program studi baru, maka pada 8 Januari 2024 dilaksanakan visitasi lapangan oleh tim evaluator,” ungkapnya.
Ia menerangkan visitasi lapangan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara dokumen yang telah diunggah dalam sistem Siaga dengan kondisi nyata di lapangan sebagai bagian dari proses pengusulan program studi baru.
Dalam kegiatan ini, tim evaluator meninjau kesiapan sarana dan prasarana wahana pendidikan, yakni Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai rumah sakit utama, serta Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari sebagai rumah sakit jejaring.
“Secara keseluruhan, FK UHO memiliki empat wahana pendidikan, namun pada visitasi kali ini tim evaluator melakukan kunjungan pada dua wahana utama, yaitu RSU Bahteramas dan RSUD Kota Kendari. Seluruh persiapan untuk visitasi ini telah dilakukan dan dikoordinasikan sejak beberapa bulan sebelumnya bersama seluruh wahana terkait,” terangnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, tim evaluator menyatakan kesiapan sarana dan prasarana sangat memadai, meliputi ruang jaga, ruang administrasi, ruang diskusi, hingga alur pelayanan dari Unit Gawat Darurat (UGD), pelaksanaan pelayanan bedah, serta seluruh komponen yang mendukung proses pendidikan dokter spesialis.
“Secara umum, tim evaluator menilai bahwa kesiapan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis bedah dinyatakan sangat layak,” tuturnya.
Untuk hasil resmi evaluasi, FK UHO masih menunggu pengumuman dari Kementerian Saat ini, berita acara hasil visitasi telah ditandatangani oleh Rektor dan para Wakil Rektor, dan selanjutnya akan dikembalikan kepada tim evaluator untuk diteruskan ke Kementerian.
“Untuk informasi resmi terkait hasil rekomendasi memang belum diterima, namun secara prediksi kemungkinan akan diumumkan pada bulan Februari,” ungkapnya.
Ia menambahkan apabila rekomendasi pembukaan program studi diterbitkan, maka pada penerimaan awal PPDS Bedah ditargetkan menerima 2 hingga 3 residen, sesuai dengan standar pembukaan program studi spesialis baru.
“Setelah program berjalan dan memperoleh akreditasi awal, jumlah residen dapat ditingkatkan hingga maksimal lima orang,” Tutupnya. (ds/adf)