Tingkatkan Akses Pendidikan, Pemprov Sultra Bangun 4 Sekolah Rakyat Pada 2026

Listen to this article
Pemprov Sultra Bangun 4 Sekolah Rakyat Pada 2026. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyiapkan lokasi pembangunan empat Sekolah Rakyat di sejumlah titik pada tahun 2026, guna memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Bumi Anoa.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra Wawan Arianto saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan berasrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto di bawah naungan Kementerian Sosial, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

 

“Dari empat sekolah yang direncanakan, dua di antaranya merupakan usulan Pemerintah Provinsi Sultra yang berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Konawe,” kata Wawan Arianto.

 

Dia menyebutkan adapun dua usulan Pemprov Sultra tersebut berada di Desa Angondara, Kecamatan Palangga, Konsel, dengan memiliki lahan seluas 5,9 hektar. Sedangkan di Kabupaten Konawe terdapat di Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi dengan luas lahan yang disiapkan seluas 10 hektare.

 

Menurut dia, proses pematangan lahan pada dua lokasi tersebut telah dilakukan dan pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada triwulan pertama tahun 2026.

 

Pemprov Sultra sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar khusus untuk pematangan lahan di tiga lokasi pembangunan.

 

“Untuk dua lokasi lainnya, yakni usulan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah di Desa Balo Bone dan usulan Pemerintah Kota Kendari di Kelurahan Puuwatu, seluruh proses tender pembangunannya sudah selesai,” ujarnya..

 

Wawan Arianto mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai sekolah unggulan yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, laboratorium, sarana olahraga, hingga penunjang pembelajaran digital seperti smartboard dan laptop bagi setiap siswa.

 

Saat ini, embrio program ini telah berjalan melalui Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 70 Kendari yang melayani jenjang SD dan SMA. Aktivitas belajar mengajar sementara masih berpusat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dengan total 97 siswa dan 16 tenaga pengajar.

 

“Program ini adalah implementasi nyata dari Asta Cita ke-4 yang fokus pada pemerataan pendidikan berkualitas bagi kelompok rentan dan marginal. Kami berharap kehadiran fasilitas baru ini nantinya dapat memberikan kenyamanan belajar yang lebih baik bagi siswa,” tambah Wawan.(ds/ono)

#kendari#sulawesitenggaraSekolah Rakyat
Comments (0)
Add Comment