BNPB: 1.757 Ton Bantuan Tersalurkan untuk Korban Bencana Sumatera

Listen to this article
Ilustrasi: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berupaya mengirimkan bantuan logistik makanan dan bahan pokok kepada masyarakat korban banjir bandang di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat menggunakan helikopter, yang terbang dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (13/1/2026). (ds/ANTARA/HO-Dok. BNPB)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 1.757,03 ton atau 99,76 persen dari total bantuan logistik yang tersedia hingga Senin (20/1) sudah disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan jumlah bantuan tersebut merupakan realisasi penyaluran yang dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 19 Januari 2026.

 

“Penyaluran dilakukan melalui berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak,” katanya.

 

Ia menjelaskan distribusi logistik dilakukan melalui 56 sorti pesawat sewa BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk melalui jalur darat, serta tujuh kapal laut.

 

Pada distribusi harian 19 Januari 2026, lanjutnya, penyaluran bantuan di Provinsi Aceh dilakukan melalui jalur udara sebanyak 10 sorti dengan muatan 9,9 ton serta jalur darat menggunakan tiga truk dengan muatan 7,5 ton.

 

Dengan demikian, kata dia, total logistik yang terdistribusi di Aceh pada hari tersebut mencapai 17,4 ton. Sementara itu di Provinsi Sumatra Utara distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan total muatan 10,31 ton.

 

Adapun di Sumatra Barat, bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat dengan muatan sebesar 0,19 ton ke wilayah terdampak.

 

Pusdalops BNPB melaporkan saat ini jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana.

 

Dinamika jumlah pengungsi, menurut Abdul, terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai berjalan di sejumlah daerah.

 

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait, terus mengoptimalkan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.

 

“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.(ds/antara)

BNPBBNPB: 1.757 Ton Bantuan Tersalurkan untuk Korban Bencana SumateraJakarta
Comments (0)
Add Comment