DINAMIKA SULTRA.COM, AGAM – Pemerintah dengan bantuan personel Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus mengebut pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat (Sumbar).
Dikutip dari keterangan Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu, pembangunan huntara itu berjalan serentak di delapan lokasi.
Sejumlah unit di beberapa titik telah memasuki tahap penyelesaian dan siap huni. Pekerjaan struktur, pemasangan dinding, hingga pembersihan area dipercepat.
Adapun titik pembangunan huntara yang saat ini dikerjakan yaitu di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam; Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota; dan Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Lalu di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan; Nagari Bungo, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar; Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang; Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman; dan Jorong Kubu Gadang, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan mencakup pemasangan komponen bangunan, penyelesaian bagian pintu dan jendela, penataan area sekitar unit, serta pengerjaan rangka dan atap pada sejumlah titik.
Pada beberapa lokasi bangunan huntara tampak telah berdiri utuh dan memasuki tahap akhir penyempurnaan, sehingga sebagian unit mulai siap untuk dihuni.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan percepatan pembangunan huntara ini demi memastikan pengungsi segera memperoleh tempat tinggal sementara yang layak, aman. Warga diharapkan bisa segera beraktivitas normal pascabencana.(ds/antara)