DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp4,1 triliun dengan 79.450 debitur.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sultra Iman Widhiyanto saat dihubungi di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa dalam realisasi penyaluran KUR oleh bank di wilayah tersebut paling besar. Antara lain dilakukan oleh Bank BRI dengan total penyaluran sebesar Rp2,72 triliun, lalu Bank Mandiri sebesar Rp772,7 miliar, dan selanjutnya PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Sultra sebesar Rp217 miliar.
“Lalu ada Bank BNI sebesar Rp118,9 miliar, Bank BTN Rp104,3 miliar, SIKP UMi Rp93,5 miliar, Bank BSI Rp76,01 miliar, PT Pegadaian Rp33,73 miliar, BCA Rp3,48 miliar, BPD Papua Rp0,62 miliar, dan Bank Nationalnobu Rp0,35 miliar,” kata Iman Widhiyanto.
Sedangkan untuk data penyaluran di masing-masing wilayah di 17 kabupaten/kota, DJPb mencatat penyaluran terbanyak terdapat di wilayah Kabupaten Kolaka sebesar Rp643,6 miliar dengan total debitur sebanyak 10.091 orang, kemudian Kabupaten Muna sebesar Rp554,80 miliar dengan debitur 13.777 orang.
Lalu Kota Kendari Rp530,38 miliar dengan 7.233 debitur, Kabupaten Konawe Rp506,22 miliar dengan 8.743 debitur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Rp488,04 miliar dengan 9.862 debitur, Buton Rp317,60 miliar dengan 6.294 debitur, Kolaka Utara Rp300,18 miliar dengan 5.832 debitur, lalu di Baubau Rp240,47 miliar dengan 4.629 debitur.
“Sedangkan untuk daerah dengan realisasi terendah dalam penyaluran KUR terdapat di wilayah Kabupaten Muna Barat dengan total penyaluran sebesar Rp11,20 miliar dari 362 debitur, Konawe Kepulauan Rp17,05 miliar dengan 944 debitur, dan Kabupaten Buton Tengah sebesar Rp25,84 miliar dengan total debitur sebanyak 817 debitur,” ujar dia.
Penyaluran KUR didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, yang kemudian diikuti oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.
“Untuk penyaluran debitur terbanyak ada di sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, dan disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran,” kata Iman Widhiyanto menjelaskan.
Ia berharap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di provinsi tersebut dapat memanfaatkan KUR secara optimal dalam pengembangan usahanya guna meningkatkan perekonomian daerah.(ds/ono)