Legislator Dorong Agar Pesawat Udara Jadi Transportasi Massal

Listen to this article
Ilustrasi – Sejumlah calon penumpang saat beraktivitas di area Terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (ds/ANTARA/Azmi Samsul M)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, TANGERANG – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi mendorong pemerintah pusat agar memposisikan pesawat udara sebagai bagian dari sistem transportasi massal nasional.

 

Hal tersebut, menurutnya sebagai langkah adil dan berkelanjutan, mengingat karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, disamping saat ini pemerintah telah memberikan stimulus berupa penurunan harga tiket pesawat jelang Lebaran 2026.

 

“Pada prinsipnya kami menyambut baik langkah pemerintah memberikan stimulus penurunan harga tiket pesawat. Ini menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga konektivitas nasional,” ucap Teguh dalam keterangan tertulis diterima di Tangerang, Rabu.

 

Menurut dia, di momen Lebaran Idul Fitri tahun 2026 ini merupakan periode mobilitas tertinggi masyarakat, sehingga keterjangkauan harga tiket menjadi faktor krusial.

 

Dimana, transportasi udara kini bukan lagi layanan premium, melainkan kebutuhan dasar, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.

 

“Dan saya menilai kebijakan diskon tarif yang bersifat musiman belum cukup menjawab persoalan struktural tingginya harga tiket pesawat,” tuturnya.

 

Kendati demikian, Ia mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan permanen dan berkelanjutan agar harga tiket tetap stabil sepanjang tahun, tidak hanya saat musim mudik.

 

“Stimulus musiman tepat sebagai solusi jangka pendek, tetapi ke depan diperlukan reformasi menyeluruh, mulai dari efisiensi biaya operasional maskapai, peninjauan harga avtur, pajak, airport charges, hingga penguatan armada nasional dan manajemen bandara,” jelasnya.

 

Dia mengatakan, terkait skema Public Service Obligation (PSO) sangat memungkinkan dan relevan diterapkan untuk moda transportasi udara, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses.

 

“Dengan pendekatan yang benar, PSO dapat menghidupkan kembali industri penerbangan, meningkatkan load factor, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan nasional,” kata dia.(ds/antara)

BantenTangerang
Comments (0)
Add Comment