Kadin Sultra Dorong Aspal Buton untuk Proyek Infrastruktur Nasional

Listen to this article
Ketua Umum Kadin Sultra Anton Timbang saat diwawancarai di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/2/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong pemanfaatan kekayaan alam Aspal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk digunakan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

 

Ketua Umum Kadin Sultra Anton Timbang saat ditemui di Kendari, Sabtu, menyampaikan bahwa hilirisasi Aspal Buton sangat penting agar kekayaan alam asal “Bumi Anoa” tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara serta mengoptimalkan investasi daerah.

 

“Kami tidak akan berhenti menyuarakan penggunaan Aspal Buton agar menjadi bagian dari proyek strategi infrastruktur secara nasional,” kata Anton.

 

Anton menjelaskan, berdasarkan hasil Rapim Kadin, saat ini Aspal Buton telah masuk dalam jajaran PSN. Hal ini diperkuat dengan dukungan anggaran dari Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebesar Rp1,49 triliun untuk pengembangan industri hilirisasi Aspal Buton.

 

Menurut Anton, dengan dukungan Danantara tersebut, Kadin Sultra dalam program lima tahun ke depan akan fokus mengupayakan pengembangan komoditas tersebut.

 

“Langkah selanjutnya adalah kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan Kabupaten Buton untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar Aspal Buton bisa digunakan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa menambahkan bahwa hilirisasi Aspal Buton dan pengelolaan kekayaan alam di Sultra memerlukan kolaborasi solid antara pemerintah, pengusaha dalam negeri, maupun investor asing.

 

Ia mengingatkan agar kekayaan alam seperti nikel dikelola secara bijak guna menghindari dampak negatif seperti bencana alam maupun konflik sosial.

 

“Tentunya kami berharap Kadin bersama pemerintah memperketat pengawasan terhadap pelaku tambang yang tidak sesuai aturan,” ucap Erwin.

 

Menurutnya, pengelolaan yang baik akan membuat hilirisasi industri tidak hanya mendatangkan investasi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang luas.

 

“Jika ke depan harga nikel naik dan dikelola dengan baik, masyarakat tentu akan lebih sejahtera. Yang terpenting juga adalah peran industri dalam menekan angka inflasi,” tambahnya.

 

Di tempat yang sama, Asisten III Setda Provinsi Sultra Rony Yakob Laute menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha dalam mengoptimalkan hilirisasi kekayaan alam Sultra, termasuk Aspal Buton.

 

Pemprov Sultra berkomitmen terus mendorong kebijakan hilirisasi demi mempercepat pembangunan infrastruktur yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat lokal.

 

“Investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Hilirisasi harus memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi daerah,” jelas Rony.(ds/ono)

#kendari#sulawesitenggaraAspal ButonKadin Sultra
Comments (0)
Add Comment