DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pengintegrasian PP Tunas yang dirancang oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan program Kemendikdasmen memperkuat fungsi pengawasan dari guru maupun tenaga pendidik.
Ia mengatakan pengintegrasian itu utamanya dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
“PP Tunas itu nanti kami integrasikan dengan program kami membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,” kata Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan pengintegrasian itu nantinya meningkatkan peran guru sebagai guru wali yang dilengkapi dengan kemampuan bimbingan konseling (BK) untuk mendampingi, memfasilitasi, dan mendukung proses pembelajaran murid, termasuk dalam hal pengawasan penggunaan gadget selama kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.
Pihaknya juga sudah menerbitkan panduan 7 Jurus BK Hebat yang dapat menjadi pedoman guru dalam mendampingi murid.
“Sehingga kalau ada video yang beredar guru tak berani menegur murid dan sebagainya, sekarang tidak terjadi lagi karena sudah kami berikan bekal mereka untuk melakukan itu,” ujar Mu’ti.
Sebelumnya pada Kamis (12/3), pihaknya juga menyatakan dukungan terhadap penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tujuh Menteri tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial pada Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal.
Mu’ti menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mempersiapkan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran di sekolah.
“Mulai tahun pelajaran 2025–2026, coding dan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi mata pelajaran pilihan mulai dari jenjang SD, kelas 5, SMP dan SMA,” ujar Mu’ti.
Ia menambahkan, upaya dalam penguatan kapasitas guru terus dilakukan agar implementasi pembelajaran teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat berjalan optimal di satuan pendidikan.(ds/antara)