DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari mengingatkan para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Sulawesi Tenggara (Sultra) wajib memantau informasi cuaca guna menjamin aspek keselamatan dan mencegah kecelakaan laut.
Kepala Basarnas Kendari Amiruddin AS dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan kewaspadaan terhadap faktor alam sebagai hal mutlak yang harus diperhatikan sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
“Kami mengimbau para pelaut untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG guna menghindari potensi cuaca buruk yang dapat memicu kecelakaan. Selain itu, pastikan kelayakan kapal dan lengkapi alat keselamatan seperti jaket pelampung,” kata dia.
Dia menyebutkan bahwa imbauan tersebut dikeluarkan merujuk pada data statistik kecelakaan yang ditangani Basarnas Kendari sepanjang triwulan pertama 2026.
Ia mengungkapkan bahwa dalam data tersebut tercatat 12 kasus kecelakaan kapal terjadi di perairan Sultra selama periode Januari hingga Maret.
“Dari total 12 insiden tersebut, terdapat 71 orang korban, dengan rincian 70 orang berhasil diselamatkan dan satu orang dinyatakan hilang,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa selain kecelakaan kapal, dalam kurun waktu yang sama juga tercatat tujuh kasus kondisi membahayakan manusia melibatkan delapan korban.
“Dari jumlah tersebut, empat orang selamat, tiga meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian,” katanya.
Amiruddin juga meminta para pelaut memastikan ketersediaan alat komunikasi yang memadai di atas armada mereka.
Hal ini penting untuk mempercepat koordinasi jika terjadi situasi darurat di tengah laut.
“Kami berharap dengan meningkatnya kesadaran kolektif mengenai keselamatan mandiri, angka kecelakaan di wilayah perairan Sulawesi Tenggara dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya.(ds/Ono)