DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau warga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa melanda dalam sepekan ke depan.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie dihubungi di Kendari, Selasa malam, mengatakan bahwa imbauan tersebut berdasarkan dengan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dari hasil prakiraan BMKG.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang mulai 28 April hingga 4 Mei 2026.
Kondisi ini dipicu aktifnya gelombang Equatorial Rossby, Kelvin, dan MJO di Sulawesi Tenggara.
Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif serta massa udara yang relatif basah turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di daerah ini.
Berdasarkan data prakiraan BMKG, wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota dengan rincian sebagai berikut pada 28 April 2026 Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Buton Utara, Baubau, Buton, dan Buton Selatan, pada 29 April 2026 Kabupaten Kolaka, Bombana, Konawe Selatan, Muna, Buton Tengah, Buton, dan Baubau.
Selain itu, pada 30 April 2026 Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Buton Tengah, Buton, Baubau, dan Buton Selatan, pada 1 Mei 2026 Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Konawe Selatan, dan Buton, pada 2 Mei 2026 Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Konawe, pada 3-4 Mei 2026 Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Utara.
Dia mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak cuaca buruk ini, seperti potensi genangan, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
“Para pengguna jalan juga diharapkan berhati-hati terhadap berkurangnya jarak pandang dan kondisi jalanan yang licin saat hujan deras berlangsung,” ujarnya.
Faizal Habibie meminta masyarakat terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing.(ds/Ono)