DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026 diminta untuk memperkuat perannya dalam menjaga identitas dan kedaulatan bangsa melalui pengutamaan bahasa Indonesia.
“Bahasa Indonesia adalah lambang kedaulatan kita. Pemilihan duta bahasa ini menjadi tonggak penting untuk mewariskan semangat Sumpah Pemuda kepada generasi muda saat ini,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Hafidz Muksin saat membawakan sambutan pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tenggara tahun 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kendari, Sabtu malam.
Hafidz Muksin menyampaikan bahwa para finalis terpilih tersebut merupakan pejuang bangsa yang bertugas meneruskan cita-cita persatuan. Oleh karena itu, para duta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari pemahaman mendalam terhadap Trigatra Bangun Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.
Ia berharap, para finalis yang terpilih pada malam ini bisa menjadi utusan delegasi kebanggaan dari Bumi Anoa untuk tampil di ajang Duta Bahasa Nasional tahun 2026.
“Dan semoga delegasi utusan dari duta bahasa Sulawesi Tenggara akan memperoleh nominasi terbaik syukur menjadi duta bahasa tingkat nasional,” ujarnya.
Hadifz Muksin juga mengucapkan kepada 20 finalis yang telah mengikuti berbagai tahapan seleksi hingga berhasil masuk dalam malam puncak Duta Bahasa 2026.
Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Sultra Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka menyatakan bahwa Duta Bahasa memikul amanah besar sebagai agen perubahan di tengah masyarakat maupun dunia maya.
“Bahasa adalah cermin peradaban. Sebagai duta, kalian adalah jembatan antara kekayaan tradisi dan arus inovasi masa depan. Gunakan Kecerdasan Tuturmu untuk menginspirasi dan menggerakkan literasi digital yang beretika,” ucap Arnita.
Ia juga mengajak para delegasi yang sebagian besar merupakan mahasiswa tersebut untuk tetap menjaga kemurnian bahasa dari pengaruh bahasa gaul yang berlebihan, serta aktif melestarikan bahasa daerah yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Arnita berpesan kepada para finalis tersebut untuk berkomitmen menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta santun dalam setiap kesempatan.
“Serta juga, para finalis agar mengajak masyarakat di lingkungannya untuk lebih mencintai bahasa Indonesia dan menjadi jembatan yang menyebarkan semangat literasi dan budaya bangsa dan tetap menghargai dan melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan bangsa budaya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sultra, selaku penyelenggara Pemilihan Duta Bahasa Sultra Dewi Pridayanti mengungkapkan jika 20 finalis yang tampil di malam puncak telah melewati proses seleksi ketat, mulai dari wawancara hingga Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
“Kami berharap delegasi Sultra tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik dan menjadi nominasi utama pada ajang Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026,” sebut Dewi.(ds/Ono)