DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – PT Aneka Tambang (Antam) Tbk melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO) dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka menggelar pelatihan teknis pengolahan pakan ternak sapi bagi masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tambea Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kolaka Region, CSR & ER Sub Division Head Antam UBPN Kolaka Muh Rusdan di Kolaka, Minggu, mengatakan bahwa kegiatan yang merupakan bagian dari Program Mattirowalie ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi peternak lokal melalui pemanfaatan teknologi pakan fermentasi. Program Mattirowalie merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Antam memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi peternak,” kata Rusdan.
Dia menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang sehingga pola beternak masyarakat menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi menjadi awal dari perubahan pola beternak yang lebih baik, efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rusdan menjelaskan jika dalam pelatihan tersebut, para peternak mendapatkan materi teori dan praktik langsung mengenai manajemen pakan. Fokus utama materi adalah pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ekonomis seperti jerami dan dedak.
Melalui Program Mattirowalie, Antam bersama para mitra berharap dapat terus mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dosen Peternakan UHO Dr. Rusdin, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menekankan bahwa konsistensi nutrisi pada setiap fase pertumbuhan sapi adalah kunci peningkatan produktivitas.
“Nutrisi pakan harus dijaga secara konsisten pada setiap level pertumbuhan sapi. Dengan manajemen pakan yang tepat, produktivitas ternak dapat meningkat secara signifikan,” sebutnya.
Senada dengan hal itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka drh. Titin menilai bahwa penggunaan bahan lokal sebagai langkah strategis menekan biaya produksi.
”Kami ingin peternak mampu mandiri dalam menyediakan pakan berkualitas tanpa bergantung pada pakan pabrikan yang relatif mahal,” ucap Titin.
Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor dalam program ini.
“Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap transfer pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para peternak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambea Muslipang Nawir menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Antam. Ia menyebutkan bahwa dukungan perusahaan terhadap sektor peternakan di desanya sangat signifikan, termasuk pemberian bantuan 36 ekor sapi kepada warga sebelumnya.
”Kami berharap dengan pelatihan ini, warga yang memiliki sapi dapat mengembangkan ternaknya dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.(ds/Ono)