BPBD Sultra Salurkan Bantuan untuk 317 Korban Terdampak Banjir di Kendari

Listen to this article
Kepala BPBD Provinsi Sultra La Ode Saifuddin saat mengunjungi lokasi banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (10/5/2026). (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi 317 warga yang terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

 

Kepala BPBD Provinsi Sultra La Ode Saifuddin saat ditemui di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa bantuan tersebut disalurkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di tengah kondisi darurat.

 

“Untuk kegiatan hari ini, kita sudah menyiapkan beberapa peralatan, terutama air bersih karena itu yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kemudian logistik juga sudah kami siapkan barang stoknya sesuai jumlah KK yang mengalami musibah,” ujar Saifuddin.

 

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan pendataan tim di lapangan, banjir tersebut berdampak pada 178 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 317 jiwa. Selain itu, tercatat sedikitnya 153 unit rumah warga terendam air.

 

Saifuddin mengungkapkan bahwa konsentrasi dampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo mencakup lima wilayah Rukun Tangga (RT), yakni RT 03, RT 10, RT 12, RT 13, dan RT 14.

 

“Data ini sudah kami laporkan kepada pimpinan. Untuk pendistribusiannya, kami berkoordinasi dengan Kalaksa (Kepala Pelaksana) untuk mendrop bantuan sesuai dengan laporan yang telah disampaikan ke BPBD Provinsi,” jelas Saifuddin.

 

Dia menjelaskan bahwa sebagai bentuk upaya penanganan di lapangan, pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas untuk penyediaan perahu karet guna mengevakuasi warga yang terjebak.

 

“Masyarakat membutuhkan perahu karet untuk proses evakuasi menuju titik-titik penerimaan logistik maupun dapur umum yang telah disiapkan oleh Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Sultra,” jelas Saifuddin.

 

Sejak Sabtu malam, personel BPBD bersama Dinas Sosial terus bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau fluktuasi debit air dan memastikan keamanan warga.

 

“Tadi malam kami standby sampai jam 12 malam. Insya Allah, hari ini kita harapkan debit air mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya,” tambahnya.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraBPBD Sultra
Comments (0)
Add Comment