DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menjadikan generasi muda sebagai fokus utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya melalui aksi nasional edukasi kesehatan di Sulawesi Selatan.
“Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) di kalangan remaja yang dinilai rentan terpengaruh tren media sosial dan pergaulan bebas,” kata Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan di Makassar, Rabu (13/5).
Dia menilai edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari risiko kesehatan serius akibat penyalahgunaan zat berbahaya.
Dalam kegiatan aksi nasional tersebut, BBPOM Makassar menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat sosialisasi bahaya penyalahgunaan obat, termasuk dampak fatal yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui kampanye literasi kesehatan dan pengawasan distribusi obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.
Generasi muda dinilai perlu dibekali pemahaman terkait penggunaan obat yang aman dan sesuai aturan.
BPOM sendiri sebelumnya telah memperkuat pengawasan terhadap berbagai zat yang rawan disalahgunakan, termasuk dinitrogen monoksida (N2O) atau gas tertawa.
Pihak BBPOM tersebut menegaskan penyalahgunaan zat tersebut dapat menyebabkan gangguan saraf hingga kematian akibat kekurangan oksigen dalam tubuh.
BBPOM Makassar berharap melalui aksi nasional itu, kesadaran masyarakat khususnya kalangan pemuda semakin meningkat sehingga mampu menekan penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya di Sulsel.
Sementara itu, salah seorang peserta, Firdaus mengatakan dirinya baru mengetahui bahaya OOT bagi kesehatan fisik yang juga berdampak pada kesehatan mental.
“Adanya edukasi dari pihak BBPOM Makassar ini banyak manfaatnya, karena kami bisa tahu bahaya besar yang akan mengancam jika OOT dikonsumsi,” katanya.(ds/Antara)