13 Daerah di Sultra Dapat Bantuan Benih Perkebunan dari Kementan

Listen to this article
Tampak Kantor Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 13 daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan bantuan benih perkebunan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) untuk tahun anggaran 2026.

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura La Ode Muhammad Rusdin Jaya saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa bantuan benih yang mencakup komoditas kakao, jambu mete, kelapa, lada, dan pala tersebut disalurkan guna mendukung penguatan sektor hulu perkebunan di wilayah Sultra.

 

“Program ini sekaligus sejalan dengan visi agromaritim berbasis ketahanan pangan yang diusung oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Sultra,” kata Rusdin Jaya.

 

Dia menyebutkan bahwa adapun bantuan yang diterima dari pemerintah pusat tersebut meliputi 28,4 juta batang kakao, 1,144 juta batang jambu mete, 560 ribu batang lada, 473 ribu batang kelapa, serta 78 ribu batang pala.

 

Kemudian, untuk komoditas kakao, benih akan disalurkan ke tujuh daerah meliputi Kabupaten Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu mencakup lahan tanam hingga 28.400 hektare.

 

Sementara itu, benih kelapa dialokasikan untuk Kabupaten Muna, Konawe Selatan, Bombana, Wakatobi, Kolaka Utara, Konawe Utara, dan Buton Utara dengan estimasi luas tanam sekitar 1.400 hektare.

 

Untuk komoditas lada, distribusi dilakukan di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur dengan cakupan lahan sekitar 700 hektare. Adapun benih pala akan disalurkan ke Kolaka Utara dan Konawe Selatan dengan target luas tanam mencapai 900 hektare.

 

Sedangkan untuk benih jambu mete akan disebar ke delapan wilayah, yaitu Kabupaten Buton, Muna, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, dan Konawe, yang diproyeksikan dapat dimanfaatkan pada lahan seluas 10.400 hektare.

 

“Penyaluran benih ditargetkan paling lambat November 2026, sedangkan untuk jambu mete dijadwalkan pada akhir tahun sesuai dengan kesepakatan bersama dinas terkait di tingkat kabupaten,” ujar dia.

 

Rusdin Jaya menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan benih dan penentuan pihak penyedia dilakukan sepenuhnya oleh Kementan. Sementara Pemerintah Provinsi Sultra melalui dinas terkait bertugas menyiapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai prasyarat penyaluran bantuan kepada kelompok penerima manfaat.

 

“Tugas kami bersama pemerintah kabupaten adalah memastikan lahan memenuhi syarat administrasi, serta melakukan pendampingan secara berkala setelah benih tersebut diterima oleh para petani,” katanya menambahkan.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraKementan
Comments (0)
Add Comment