DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia periode 2026-2030, Airlangga Hartarto, menargetkan wushu menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada ajang Asian Games 2026, Nagoya, Jepang.
Airlangga mengatakan target tersebut menjadi salah satu fokus utama PB Wushu Indonesia mengingat wushu memiliki tradisi prestasi yang baik pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.
“Kami sangat berharap pada Asian Games, wushu bisa juga menyumbangkan medali emas karena dalam beberapa Asian Games sebelumnya juga wushu selalu berpartisipasi dan mendapatkan emas,” kata Airlangga seusai pelantikan pengurus PB Wushu Indonesia masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Jumat.
Dia berharap atlet-atlet wushu Indonesia mampu mempertahankan tradisi perolehan medali emas di ajang multicabang terbesar Asia tersebut.
Selain membidik prestasi pada Asian Games, Airlangga mengatakan pihaknya juga mulai menyiapkan program pembinaan jangka panjang melalui regenerasi atlet sebagai antisipasi apabila wushu masuk dalam program Olimpiade pada masa mendatang.
“Pada periode ke depan ini beberapa atlet-atlet muda juga kami persiapkan untuk persiapan apabila wushu dipertandingkan di Olimpiade,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, proses regenerasi mendapat dorongan positif dari capaian atlet junior Indonesia pada kejuaraan dunia. Ia menyebut Indonesia berhasil meraih 29 medali dan menempati posisi ketiga di bawah Hong Kong dan China.
“Jadi kemarin dalam kejuaraan dunia junior kita berhasil mendapatkan 29 medali. Jadi ini merupakan negara ketiga yang tertinggi sesudah Hong Kong dan China,” ujar pria yang juga menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian Republik Indonesia itu.
Capaian tersebut, dia melanjutkan, menjadi indikator bahwa Indonesia memiliki stok atlet muda yang berpotensi melanjutkan prestasi para senior di tingkat internasional.
“Ini merupakan hal yang sangat signifikan karena atlet-atlet ini yang nantinya akan melapis atlet-atlet senior,” kata Airlangga.
Dia mengakui regenerasi menjadi tantangan penting bagi PB Wushu Indonesia seiring sejumlah atlet andalan yang sudah tidak lagi aktif bertanding.
Oleh karena itu, atlet-atlet muda diharapkan mampu segera beradaptasi dan mengisi posisi yang ditinggalkan para senior.
Airlangga menambahkan pengalaman bertanding, kekuatan mental, dan motivasi menjadi aspek yang harus terus dibangun dalam pembinaan atlet muda.
“Pengalaman merupakan hal yang sangat penting dan juga mental dan motivasi. Jadi itulah yang menjadi tantangan bagi kami,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, yang melantik kepengurusan baru, berharap wushu kembali menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi atas prestasi atlet-atlet wushu Indonesia. Mereka telah membuktikan pada SEA Games 2025 menjadi juara umum. SEA Games sebelumnya juga demikian, serta mendapatkan medali emas pada kejuaraan dunia. Besar harapan saya pada SEA Games wushu kembali menjadi cabang olahraga yang memberikan medali emas kepada Indonesia dan membuat kita semua bangga karena prestasinya,” kata Marciano.(ds/Antara)