Baubau Bagikan Bantuan Alsintan Rp1,6 Miliar Dongkrak Produktivitas Petani

Listen to this article
Wali Kota Baubau Yusran Fahim (kanan) saat menyerahkan bantuan alsintan kepada para petani secara simbolis di Baubau, Sulawesi Tenggara. (ds/HO-Pemkot Baubau)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BAUBAU – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen senilai Rp1,6 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah kelompok tani untuk mendongkrak produktivitas para petani.

 

Wali Kota Baubau Yusran Fahim saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa penyerahan bantuan alsintan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi mekanisasi guna meningkatkan efisiensi dan hasil panen di tingkat petani.

 

Ia menyampaikan bahwa bantuan teknologi modern ini merupakan wujud perhatian besar dari pemerintah pusat untuk mendukung sektor pertanian lokal agar mampu berproduksi lebih optimal.

 

“Hari ini Pemerintah Kota Baubau menerima stimulan yang luar biasa dari pemerintah pusat untuk mendorong produktivitas para petani kita. Bantuan teknologi pertanian ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp1,6 miliar,” kata Yusran Fahim.

 

Yusran Fahim meminta kepada seluruh kelompok tani yang menerima bantuan agar merawat dan mengoperasikan alsintan tersebut dengan sistem gotong royong.

 

“Optimalisasi pemanfaatan teknologi ini diharapkan langsung berkontribusi pada peningkatan indeks pertanaman serta kesejahteraan ekonomi keluarga petani,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan bahwa selain alokasi alsintan, Pemkot Baubau juga berhasil mengamankan dukungan anggaran senilai Rp2,6 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tenggara.

 

“Dana tersebut dialokasikan khusus untuk penguatan infrastruktur pengairan, meliputi pembangunan jaringan irigasi air tanah, irigasi perpompaan, dan dam parit,” jelasnya.

 

Yusran Fahim mengungkapkan jika BWS Sulawesi Tenggara juga telah menyetujui tambahan anggaran senilai Rp28 miliar untuk pembangunan irigasi tersier dan jaringan irigasi air tanah baru yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.

 

Dengan tambahan stimulus tersebut, akumulasi dana hibah dari Kementan dan Kementerian PU yang berhasil diserap Pemkot Baubau untuk sektor pertanian serta infrastruktur pengairan mencapai Rp30,2 miliar.

 

“Angka tersebut merupakan bukti kepercayaan pemerintah pusat sekaligus menjadi semangat baru bagi Kota Baubau untuk melakukan lompatan besar dalam pembangunan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air. Saya optimis Kota Baubau mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan menjadi daerah yang mandiri,” tambah Yusran Fahi.(ds/Ono)

#sulawesitenggaraBaubau
Comments (0)
Add Comment