Kemenhaj Sumbar Gagas Gerakan Haji Muda Bagi Pelajar

Listen to this article
Latifa Syafvina Putri Zuhrizal jamaah haji termuda asal Kota Padang Sumatera Barat berusia 15 tahun sebelum bertolak ke tanah suci. (ds/ANTARA/Muhammad Zulfikar)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, PADANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat menggagas gerakan haji muda bagi pelajar sebagai salah satu implementasi penguatan ekosistem haji di tanah air.

 

“Melalui program gerakan haji muda Kemenhaj berupaya menumbuhkan budaya menabung haji sejak dini,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M Rifki di Padang, Rabu.

 

Rifki mengatakan gerakan haji muda tersebut sekaligus upaya atau ikhtiar dalam menyiapkan generasi yang siap menunaikan rukun islam kelima di usia produktif.

 

Program ini nantinya menyasar peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Para pelajar diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela dan membiasakan diri menyisihkan sebagian kecil uang jajan secara rutin.

 

Ia mengatakan program tersebut nantinya diimplementasikan melalui kolaborasi dengan bank penerima setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), dan perbankan syariah sehingga pelajar membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya pembukaan rekening.

 

“Kalau hari ini seseorang baru mendaftar haji, masa tunggunya sekitar 26 tahun. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini di mana anak-anak harus dibiasakan merencanakan perjalanan hajinya,” kata dia.

 

Pada kesempatan itu ia menegaskan gerakan haji muda bukanlah program yang membebani siswa, melainkan membangun kebiasaan baik melalui tabungan dengan nominal yang terbilang ringan.

 

Apabila seorang pelajar mampu menyisihkan Rp2.000 setiap hari maka sebulan akan terkumpul sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000. Artinya, dalam setahun jumlah tersebut dapat mencapai sekitar Rp600.000 dan menjadi langkah awal membangun kesiapan berhaji sejak usia muda.

 

“Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke tanah suci,” katanya.

 

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik gagasan gerakan haji muda yang dicetuskan Kanwil Kemenhaj Sumbar. Program ini dinilai tidak hanya positif untuk memperkuat ekosistem haji tetapi juga memberikan manfaat lebih bagi Ranah Minang.

 

“Program ini berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat,” ujarnya.(ds/Antara)

Kemenhaj SumbarPadangSumatera Barat
Comments (0)
Add Comment