DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA – Upaya membangun budaya hidup bersih kembali diperkuat di Kabupaten Bombana melalui pelaksanaan kerja bakti serentak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi penghijauan dan edukasi pengelolaan sampah sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang publik yang sehat dan nyaman.
Gerakan tersebut dilaksanakan dalam implementasi Sinergitas Gerakan Berani Bersih Wonuaku yang terintegrasi dengan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Informasi mengenai kegiatan ini juga dipublikasikan melalui keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Bombana.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., turun langsung meninjau sejumlah lokasi pelaksanaan kerja bakti. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, ia memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan semangat kepada para peserta yang terlibat di lapangan.
Pelaksanaan kerja bakti melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari unsur TNI dan Polri, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi bersama.
Sejumlah titik strategis menjadi sasaran kegiatan, di antaranya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pesisir pantai, Alun-alun Bombana, serta Pasar Tadoha Mapaccing yang setiap hari menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pembersihan pada lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Selain kerja bakti, perhatian terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui penanaman bibit pohon di kawasan By Pass Kasipute. Penanaman dilakukan setelah peninjauan lapangan dengan memanfaatkan bibit yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana.
Langkah penghijauan tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi dampak pemanasan kawasan perkotaan, sekaligus memperbaiki kualitas ruang terbuka hijau yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., bersama jajaran TP PKK ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Tadoha Mapaccing. Kehadiran organisasi tersebut memperlihatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dari lingkungan terdekat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan demonstrasi penggunaan kotak pembuangan sampah khusus botol plastik dan kaleng bertuliskan Dropbox. Peragaan tersebut menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sebelum dibuang sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang lebih tertata.
Edukasi mengenai pemilahan sampah dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, upaya menjaga kebersihan melalui kegiatan kerja bakti akan sulit memberikan dampak yang optimal dalam jangka panjang.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam aksi gotong royong semacam ini juga memperkuat nilai kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial di Bombana. Kerja bakti tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang mempererat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan warga.
Ke depan, keberhasilan Gerakan Berani Bersih Wonuaku tidak hanya akan diukur dari banyaknya lokasi yang dibersihkan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Budaya peduli lingkungan yang lahir dari partisipasi bersama diharapkan menjadi fondasi menuju Kabupaten Bombana yang lebih bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan.(ds/Mdn/Ono)