DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Puday sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di daerah tersebut.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pesisir.
“Sebagai kota pesisir, sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi langkah awal dalam mentransformasi kawasan pesisir menjadi kawasan yang produktif, modern, dan berdaya saing,” kata Siska saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) KNMP di Kelurahan Puday.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot Kendari sebelumnya mengusulkan empat lokasi pembangunan KNMP. Setelah melalui proses verifikasi KKP, tiga lokasi ditetapkan sebagai penerima program, yakni Kelurahan Puday, Kelurahan Sambuli, dan Kelurahan Tondonggeu.
Ketiga kawasan tersebut dipilih karena sekitar 80 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan dengan beragam alat tangkap, seperti bubu, purse seine, sero, pancing cumi, dan rawai.
“Program ini diperkirakan memberikan manfaat langsung kepada 1.139 kepala keluarga (KK) nelayan, terdiri atas 425 KK di Kelurahan Puday, 452 KK di Kelurahan Sambuli, dan 262 KK di Kelurahan Tondonggeu,” ujar dia.
Siska mengatakan bahwa sebagai kawasan kategori penyangga, KNMP akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, jalan kawasan, penerangan, kios perbekalan, tangki air, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dinding penahan tanah, hingga fondasi pabrik es.
“Selain pembangunan fisik, program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesisir melalui peningkatan rantai pasok, akses permodalan, pemasaran hasil perikanan, serta pembentukan usaha baru berbasis komunitas nelayan,” katanya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan KKP, Pemerintah Provinsi Sultra, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, hingga koperasi nelayan agar kawasan tersebut berkembang menjadi sentra ekonomi pesisir secara berkelanjutan.
“Kami berharap pembangunan ini menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kawasan pesisir Kota Kendari yang maju dan mandiri, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Siska.(ds/Ono)