DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai pembukaan penerbangan langsung Bali-Wakatobi pulang pergi (PP) oleh maskapai TransNusa akan memperkuat wisata bahari di daerah tersebut.
“Ini menjadi langkah besar karena selama ini tantangan utama pengembangan pariwisata Wakatobi adalah akses transportasi,” kata Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua saat ditemui di Kendari, Senin.
Ia mengatakan bahwa rute penerbangan yang menghubungkan Denpasar (DPS) dengan Wakatobi (WNI) itu mempunyai jadwal operasi tiga kali sepekan, yaitu setiap Senin, Kamis, dan Minggu, dengan mengandalkan pesawat jet berkapasitas sekitar 95 penumpang.
Ia juga menyampaikan mengapresiasi terobosan pembukaan rute penerbangan langsung dari Bali tersebut sebagai langkah penting dalam mengatasi kendala aksesibilitas yang selama ini dihadapi destinasi wisata kelas dunia itu.
Hugua menjelaskan bahwa hadirnya rute baru dari Bali memberi kemudahan konektivitas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya dari Jakarta, yang kini memiliki lebih banyak pilihan jadwal transit di Bali sebelum menuju Wakatobi.
“Layanan penerbangan TransNusa ini melengkapi rute Kendari–Wakatobi yang sebelumnya telah dioperasikan maskapai FlyJaya menggunakan pesawat ATR berkapasitas 75 penumpang, sehingga total akses penerbangan ke Wakatobi kini menjadi lima kali dalam sepekan,” ujarnya.
Menurut Hugua, penguatan akses transportasi udara ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mempromosikan Wakatobi sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang mengandalkan keanekaragaman hayati laut, cagar biosfer UNESCO, serta kekayaan 750 spesies terumbu karang.
“Pengembangan Wakatobi akan menjadi motor penggerak pariwisata Sulawesi Tenggara. Karena itu saya mengajak seluruh pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini agar seluruh destinasi di Sultra ikut berkembang,” jelas Hugua.(ds/Ono)