Kolaka Benahi Fasilitas Desa Wisata Guna Tarik Kunjungan Wisatawan

Listen to this article
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Andi Pangoriseng. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka berkomitmen untuk membenahi fasilitas pendukung destinasi dan desa wisata guna menarik dan meningkatkan kunjungan wisatawan di kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

 

​Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Andi Pangoriseng di Kolaka, Sultra, Selasa, mengatakan pembenahan fasilitas itu meliputi aspek aksesibilitas, amenitas, hingga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola wisata di wilayah tersebut.

 

​”Kami menyadari masih ada kendala pada infrastruktur pendukung di destinasi. Oleh karena itu, pembenahan fasilitas terus dilakukan secara lintas sektor agar kebutuhan para pengunjung dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

 

​Ia menjelaskan bahwa pembenahan tersebut difokuskan pada sejumlah destinasi dan desa wisata unggulan, seperti Pantai Tamborasi, Pantai Kalomang, Permandian Kea-kea, Pantai Indah Kapuh, dan Desa Wisata Sani-sani.

 

Di kawasan Puncak Indah Kapuk (PIK), pemerintah daerah berencana menyiapkan titik parkir terpusat dan moda transportasi lokal seperti kendaraan off-road dan motor trail milik warga setempat untuk mengantar wisatawan.

 

​Pihaknya juga mendorong penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan dinas teknis seperti Dinas PU, dan Dinas terkait lainnya untuk membenahi kawasan destinasi unggulan tersebut, katanya.

 

​Andi menyebutkan bahwa pembenahan fasilitas wisata ini selaras dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara di Kolaka yang mencatat sebanyak 286 orang pada periode Januari-Juni 2026, jika dibandingkan pada tahun 2025 di periode yang sama, yaitu hanya mencapai 240 orang.

 

​Lonjakan tersebut tidak lepas dari tingginya mobilitas tenaga ahli dan pimpinan perusahaan di proyek industri strategis nasional (PSN) yang berada di Kolaka, seperti dari China, Jerman, Malaysia, Jepang, Singapura, India, Pakistan, Spanyol, hingga Ceko.

 

​Menurut dia, penataan fasilitas dan daya tarik wisata yang makin memadai terbukti memberikan perputaran ekonomi langsung (multiplier effect) bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat di sekitar lokasi wisata.

 

​”Ketika fasilitas tertata dan wisatawan merasa nyaman berkunjung, sektor kuliner, penyewaan alat wisata, hingga transportasi lokal langsung merasakan manfaatnya. Pendapatan harian pelaku UMKM bisa meningkat signifikan dan dampaknya dirasakan langsung oleh keluarga mereka,” katanya menjelaskan.(ds/Ono)

#sulawesitenggaraDispar KolakaKolaka
Comments (0)
Add Comment