Komisi XIII DPR RI Duga Ada Dalang Penyebar Video Hoaks Demonstrasi

Listen to this article
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira. (ds/ANTARA/HO-Ditjenpas NTB/aa.)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira menduga ada dalang di balik beredarnya video-video hoaks yang memperlihatkan aksi demonstrasi seolah-olah kejadian terkini, padahal video-video itu merupakan peristiwa lama.

 

Ia mengatakan bahwa penyebaran video-video itu di media sosial merupakan pola yang sengaja dilakukan untuk menggiring opini publik.

 

“Ini persis seperti kejadian pada Agustus tahun lalu yang berujung adanya aksi besar-besaran akibat isu yang dilempar ke publik. Isu yang muncul tahun lalu itu patut diduga juga ada yang menggerakkan. Dan sama seperti sekarang, dikeluarkan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan,” kata Andreas di Jakarta, Senin.

 

Namun, karena tidak pernah terungkap dengan jelas, menurut dia, publik pun tidak pernah mengetahui persis siapa dalang dibaliknya. Justru, kata dia, polemik-polemik itu menciptakan kambing hitam.

 

Maka dari itu, dia pun meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas demi mengusut penyebar video-video hoaks tersebut. Menurut dia, publik berhak menerima informasi yang kredibel.

 

Di sisi lain, Andreas juga mengajak masyarakat untuk menjaga demokrasi dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Seluruh pihak harus belajar dari peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 demi menghindari perpecahan.

 

“Menyampaikan aspirasi baik secara langsung maupun di media sosial tentunya itu hak setiap warga negara, tapi kalau hal tersebut dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk tujuan tertentu pula, itu yang sangat bahaya,” katanya.

 

Ia meminta publik untuk tidak mudah percaya terhadap informasi-informasi yang beredar karena belum tentu semuanya benar.

 

Ia juga khawatir fenomena konten demo lama yang diviralkan kembali justru akan menutupi isu penting lain, termasuk pengawasan terhadap program-program pemerintahan.

 

“Pastikan menerima informasi dari sumber-sumber akurat. Dan kita harus terus cross check ulang berkali-kali kabar yang ada di media sosial agar tidak teperdaya isu yang dimaksudkan untuk memecah belah bangsa,” katanya.(ds/Antara)

Jakarta
Comments (0)
Add Comment