DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Prajurit TNI dan personel militer AS, Jepang, Australia, serta Kanada mempertajam kemampuan teknis evakuasi lewat udara dengan menggelar latihan Air Medevac dalam ajang Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (2/9).
Dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan Pusat Penerangan TNI, Kamis, dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.
Dalam latihan ini, para personel menjalankan skenario evakuasi terhadap salah satu prajurit yang mengalami luka saat pertempuran sedang berlangsung.
Dalam kondisi itu, personel medis langsung memberikan pertolongan pertama sambil menunggu helikopter datang untuk menjemput korban.
“Selanjutnya, pasien dipindahkan menggunakan helikopter Black Hawk menuju fasilitas kesehatan rujukan yang lebih lengkap dengan tetap memperoleh perawatan medis selama perjalanan,” kata siaran pers dari Puspen TNI tersebut.
Proses latihan evakuasi dan penanganan medis ini pun berjalan dengan lancar dan aman. TNI memastikan seluruh kegiatan telah dilakukan sesuai standar keselamatan yang berlaku demi memastikan keselamatan prajurit.
Dengan adanya kegiatan ini, TNI berharap kemampuan evakuasi penanganan medis para prajurit bisa semakin meningkat dan bisa diimplementasikan saat menjalani misi operasi perang ataupun kemanusiaan.
Disebutkan bahwa kegiatan Air Medevac pada SGS 2026 menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menyiapkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan perlindungan kesehatan prajurit.
Ajang SGS tahun 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Mereka datang ke Indonesia untuk menguji kesiapan operasional pasukan, diplomasi pertahanan, serta kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan Super Garuda Shield merupakan latihan tahunan yang digelar di berbagai wilayah Indonesia pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Senin (31/8).
Ke-21 negara tersebut yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
Agus mengatakan latihan ini dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, serta Nunukan, Kalimantan Utara. Latihan akan ditutup di Jakarta pada 11 September 2026.(ds/Antara)