KPw BI: Pengguna QRIS di Sultra Capai 373.622 Orang per Agustus 2026

Listen to this article
Ilustrasi pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara. (Ist

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Sultra mencapai 373.622 orang hingga Agustus 2026.

 

Kepala KPw BI Sultra Edwin Permadi ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa jumlah tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 29,59 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada Agustus 2025.

 

Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan pengguna dan merchant menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat serta pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital di bumi anoa.

 

“Akseptasi QRIS terus berkembang di Sulawesi Tenggara, baik dari sisi pengguna maupun merchant, sehingga pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Edwin.

 

Dia menyebutkan bahwa selain jumlah pengguna, akseptasi dari pelaku usaha juga mengalami lonjakan. Jumlah merchant penyedia layanan QRIS di Sultra kini mencapai 286.786 unit atau tumbuh 32,02 persen (yoy) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sultra.

 

“Dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS di Sultra pada Agustus 2026 menembus Rp617,12 miliar dengan volume transaksi mencapai 6,48 juta kali. Tren positif ini diprakirakan terus berlanjut seiring meluasnya penggunaan pembayaran nontunai di berbagai sektor usaha,” ujarnya.

 

Edwin mengungkapkan bahwa untuk memperluas ekosistem digital hingga ke pelosok daerah, BI Sultra terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perbankan, pelaku usaha, hingga komunitas strategis.

 

“Sejumlah program unggulan turut digelar untuk mengakselerasi adaptasi digital warga, seperti Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Kuliner Sultra, hingga pendampingan teknis dan capacity building bagi pelaku usaha daerah,” ungkap Edwin.

 

Komitmen pendorongan digitalisasi di Sultra pun membuahkan hasil. Pada Rapat Koordinasi Nasional TPID dan TP2DD tanggal 24 September 2026, TP2DD Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 3 TP2DD Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi.

 

Selain itu, perkembangan sistem pembayaran digital Indonesia juga makin diperkuat melalui implementasi QRIS Antarnegara yang memungkinkan transaksi lintas negara secara saling terhubung (interoperable).

 

Atas capaian perluasan pembayaran digital yang inklusif ini, Bank Indonesia pada 21 September 2026 dianugerahi penghargaan internasional “50-in-5 Awards 2026” dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat.

 

Tercatat sejak implementasi awal pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi pengguna dari negara mitra di Indonesia mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun. Sebaliknya, transaksi warga Indonesia di negara mitra mencapai 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.

 

“Perkembangan QRIS Antarnegara turut memperluas konektivitas sistem pembayaran sekaligus membuka ruang transaksi yang lebih mudah bagi masyarakat dan pelaku usaha saat beraktivitas ekonomi lintas negara,” tambah Edwin.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraKPw BI Sultra
Comments (0)
Add Comment