Kendari Perketat Pengawawsan SPBU Buntut Penyalahgunaan QR BBM Subsidi

Listen to this article
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat sidak SPBU di Kendari, Sulawesi Tenggara. (Ist)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperketat pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) buntut maraknya praktik penyalahgunaan kode QR (barcode) BBM Subsidi Tepat oleh oknum masyarakat dan pelangsir.

 

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan Pemkot memperketat pengecekan di SPBU karena aduan terkait penyalahgunaan QR barcode BBM subsidi tetap kembali terjadi di SPBU Puuwatu.

 

Menurut dia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari telah memanggil dan meminta keterangan sejumlah oknum yang terindikasi menyalahgunakan kode QR milik orang lain saat mengantre BBM.

 

“Nomor barcode yang digunakan sudah kita minta untuk dicek kembali. Pihak-pihak terkait juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan di Satpol PP,” kata Sudirman.

 

Ia menjelaskan Pemkot Kendari mengambil langkah tertib dan pengawasan ketat sebagai tindakan awal. Pihaknya tidak bisa meminta pihak SPBU memblokir kode QR yang terindikasi disalahgunakan, sebab pemilik asli kode tersebut bisa jadi merupakan korban yang data atau identitas kendaraan digunakan.

 

Selain itu, Pemkot Kendari juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk menekan praktik pelangsiran. Kendati demikian, sanksi tegas berupa penutupan operasional SPBU nakal belum dapat diterapkan karena mempertimbangkan keterbatasan jumlah SPBU di Kota Kendari yang hanya sebanyak 15 SPBU.

 

“Oleh karena itu, langkah utama yang kami ambil adalah penertiban dan penguatan pengawasan,” ujarnya.

 

Sudirman menambahkan, modus pelangsiran BBM bersubsidi saat ini semakin sulit diidentifikasi. Jika dahulu antrean pelangsir didominasi kendaraan tua, kini aktivitas tersebut mulai memanfaatkan berbagai jenis kendaraan seperti angkutan kota (angkot), mobil bak terbuka hingga sepeda motor dengan kapasitas tanki besar.

 

Berdasarkan temuan di lapangan, sebagian oknum mengantre menggunakan identitas atau kode QR yang bukan atas nama milik sendiri, yang kemudian BBM tersebut diduga kuat untuk dijual kembali ke pedagang eceran.

 

“Pemkot Kendari mengimbau seluruh pengelola SPBU dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran serta tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi secara ilegal,” ungkap Sudirman.(ds/Ono)

#kendari#sulawesitenggaraSPBU
Comments (0)
Add Comment