DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah tersebut telah menjangkau sebanyak 704 ribu penerima manfaat dengan total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp1,54 triliun per September 2026.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Sultra Iman Widhiyanto saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan bahwa pelaksanaan program strategis nasional tersebut saat ini didukung oleh keberadaan 282 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sultra.
“Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi sasaran penerima manfaat tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” kata Iman Widhiyanto.
Dia menyebutkan bahwa penyaluran MBG di Sultra turut menggerakkan rantai pasok ekonomi daerah dengan melibatkan 1.969 pemasok lokal dari kalangan petani nelayan hingga pelaku UMKM untuk menyediakan bahan baku gizi dari produk lokal.
“Selain itu pelaksanaan program ini juga menyerap sekitar 13 ribu tenaga kerja lokal yang berprofesi sebagai juru masak kurir serta pekerja pendukung yang seluruhnya telah terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Meskipun cakupan pelayanan sudah tergolong luas, Iman mengingatkan pentingnya pengawasan mutu serta ketatnya prosedur operasional standar terkait keamanan pangan. Hal tersebut berkaca dari adanya laporan gangguan kesehatan siswa pascakonsumsi MBG di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe pada pertengahan September 2026.
Guna mengantisipasi hal serupa pihak Badan Gizi Nasional Korwil Sultra telah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait untuk evaluasi menyeluruh.
“Memasuki triwulan IV tahun 2026 DJPb Sultra mendorong penguatan kontrol mutu berbasis risiko. Seluruh SPPG diwajibkan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta mematuhi aturan ketat mengenai batas waktu konsumsi makanan maksimal empat jam setelah dimasak,” tambah Iman Widhiyanto.(ds/Ono)