DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menanam 150 batang mangrove di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Budi Hermawan, bersama pejabat utama Polda Sultra, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Penanaman mangrove tersebut sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mencegah abrasi di Teluk Kendari.
Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, penanaman mangrove merupakan implementasi program Quick Wins Kapolri dalam 100 hari pertama, yang mencakup 41 kegiatan dan 165 rencana aksi. Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan ruang publik yang aman melalui kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebanyak 150 batang mangrove kita tanam pada tahap pertama bersama masyarakat setempat. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menindaklanjuti program Bapak Kapolri terkait ruang publik yang aman,” ujar Kapolda Sultra.
Menurut Himawan, karakteristik Sulawesi Tenggara yang memiliki wilayah perairan dan pesisir membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam mengantisipasi ancaman abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Penanaman mangrove harus dilanjutkan dengan pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Selain melindungi garis pantai, keberadaan mangrove diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sumber daya laut.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Polda Sultra, Jaga Bumi Anoa, yang menitikberatkan pada upaya menjaga masyarakat, wilayah, lingkungan, persatuan, dan kepercayaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sultra, Hikmawaty Amir, mengapresiasi inisiatif Polda Sultra dalam menjaga kawasan pesisir melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap kegiatan penanaman mangrove dapat berlanjut dan menjangkau wilayah pesisir lainnya di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Salah seorang warga Kendari Barat, Abdul Hakim (41) yang berprofesi sebagai nelayan setempat sangat mendukung program penanaman mangrove ini.
“Kalau sudah besar ini bakau (mangrove) pak bisa jadi tempat kami tambat perahu,” Tutur Abdul Hakim.(ds/Ono)