Bupati Bombana Bagikan Masker, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap Karhutla

Listen to this article
Perlindungan kesehatan menjadi perhatian di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan. (Foto: Mdn)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, BOMBANA — Masyarakat yang beraktivitas di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bombana diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan. Penggunaan masker dan pembatasan kegiatan di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk menjadi langkah pencegahan yang perlu diperhatikan.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan tersebut, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., membagikan masker kepada masyarakat di Simpang Tiga Eks Tugu Hombes, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Senin (26/10/2026).

Bupati Bombana Bagikan Masker kepada warga. (Mdn)

 

Kegiatan ini menargetkan distribusi sebanyak 500 hingga 1.000 masker untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah.

Sejumlah unsur pemerintah dan organisasi kemasyarakatan turut dilibatkan, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TP PKK, serta PMI Kabupaten Bombana. Keterlibatan lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak karhutla terhadap masyarakat.

Pembagian masker merupakan salah satu langkah perlindungan awal bagi warga yang terpapar asap. Namun, penggunaan masker perlu disertai tindakan pencegahan lain, terutama ketika kondisi udara semakin buruk.

Paparan asap kebakaran dapat mengganggu sistem pernapasan, memicu iritasi mata, serta memperburuk kondisi kesehatan pada kelompok yang rentan. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara menurun.

Karena itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menghindari area yang terdampak langsung, serta mengikuti informasi dan arahan dari instansi terkait.

Penggunaan masker juga perlu disesuaikan dengan tingkat paparan. Masker kain atau masker medis tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel halus dalam asap kebakaran. Apabila paparan asap cukup berat, masyarakat sebaiknya mencari tempat dengan udara lebih bersih dan mengikuti rekomendasi petugas kesehatan.

Meski pembagian masker dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, efektivitas perlindungan masyarakat juga bergantung pada kondisi udara, ketersediaan sarana kesehatan, dan kecepatan penanganan sumber kebakaran.

Selain penanganan dampak kesehatan, pencegahan karhutla tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kabut asap berulang. Pemerintah Kabupaten Bombana mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

Imbauan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena kebakaran lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sosial, pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan masyarakat.

Upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari warga, pemerintah setempat, hingga instansi yang berwenang dalam penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Di sisi lain, informasi mengenai perkembangan karhutla, kondisi kualitas udara, serta wilayah yang terdampak perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan berdasarkan keadaan terkini.

Keterlibatan pemerintah daerah, TP PKK, Dinas Kesehatan, BPBD, dan PMI menunjukkan adanya upaya koordinasi dalam menghadapi dampak kabut asap di Bombana. Namun, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh jumlah masker yang dibagikan atau lembaga yang terlibat.

Hal yang lebih penting ialah sejauh mana bantuan tersebut menjangkau warga yang membutuhkan, apakah masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang memadai, dan apakah langkah penanganan mampu mengurangi risiko paparan asap.

Data mengenai perkembangan kebakaran, hasil pemantauan kualitas udara, serta kondisi kesehatan warga akan membantu publik memahami tingkat risiko dan menilai kebutuhan penanganan berikutnya.

Dengan demikian, pembagian masker dapat menjadi bagian dari respons awal yang perlu diikuti pemantauan kondisi udara, edukasi kesehatan, dan pencegahan kebakaran secara berkelanjutan.

Di tengah ancaman kabut asap, perlindungan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan ketika dampaknya mulai dirasakan. Pencegahan kebakaran, penyampaian informasi yang akurat, dan tindakan cepat saat kondisi udara memburuk menjadi unsur penting untuk menjaga kesehatan serta keselamatan warga Bombana.(ds/Mdn/Ono)

#sulawesitenggaraBombanaBupati Bombana Bagikan MaskerBupati Bombana BurhanuddinRumbiaWarga Diimbau Waspadai Kabut Asap Karhutla
Comments (0)
Add Comment