DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat angkut CN-295 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Komandan Lanud Haluoleo Kendari Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto saat dihubungi di Kendari, Rabu, mengatakan operasi modifikasi cuaca guna mencegah dampak karhutla semakin luas baik wilayah yang sudah terdampak maupun daerah yang potensi kebakaran lahan karena kemarau.
Ia menegaskan pihaknya siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah serta instansi terkait di wilayah Sultra.
“Lanud Haluoleo siap mendukung melalui pengerahan sumber daya serta fasilitas yang tersedia guna membantu mengoptimalkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara,” ujar Tarmuji.
Ia menjelaskan, dalam memodifikaai cuaca, pesawat CN-295 tersebut mengangkut bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) yang disebarkan di sejumlah wilayah potensial untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.
Menurutnya langkah itu menjadi bagian dari upaya mitigasi dan pengendalian karhutla, khususnya di kawasan yang mengalami kondisi kering dan rawan terbakar di sejumlah titik wilayah Sultra.
“Melalui kegiatan OMC ini, TNI AU bersama instansi terkait berupaya meningkatkan potensi hujan untuk membasahi lahan yang kering, mengurangi risiko meluasnya kebakaran, serta membantu penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” jelas Kolonel Tarmuji.
Keterlibatan TNI AU dalam operasi tersebut, kata Tarmuji, merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung penanggulangan bencana, serta membantu pemerintah menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan melalui sinergi serta koordinasi lintas instansi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sultra, mencatat sebaran titik panas atau hotspot di bumi anoa terdeteksi 146 titik dengan kategori sedang.
Adapun wilayah yang terpantau wilayah terdapat hotspot dan berpotensi karhutla yakni Bombana 10, Buton 7, Buton Utara 1, Kota Kendari 3, Kolaka 12, Kolaka Timur 7, Kolaka Utara 10, Konawe 67, Konawe Selatan 12, Konawe Utara 16, dan Muna 1 titik.(ds/Ono)