BMKG Sebut Empat Daerah Di Sultra Mengalami Hari Tanpa Hujan

Dengarkan Versi Suara
Hasil monitoring hari tanpa hujan, analisis dan prakiraan curah hujan dasarian Sulawesi Tenggara. (ant)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyampaikan bahwa ada empat wilayah di Sulawesi Tenggara yang mengalami hari tanpa hujan mulai kategori menengah hingga sangat panjang.

Forecaster on Duty BMKG UPT Stasiun Klimatologi Konawe Selatan, Adlian Afa Annie menyebut beberapa wilayah mengalami hari tanpa hujan kategori menengah, panjang, dan sangat panjang, yakni di sebagian wilayah Bombana, Muna, Buton Tengah, dan Buton Selatan.

“Monitoring hari tanpa hujan Sulawesi Tenggara update 20 Agustus 2020 menunjukkan sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara mengalami hari tanpa Hlhujan kategori sangat pendek atau 1-5 hari kering,” kata Adlian, melalui rilis BMKG Sultra, Minggu.

Secara umum, kata Adlian, wilayah Sulawesi Tenggara pada pertengahan Agustus 2020 mengalami curah hujan kategori rendah (0-50 mm/dasarian.

“Kecuali sebagian wilayah Konawe, Kolaka, dan Konawe Selatan mengalami curah hujan kategori menengah, yaitu 51-100 mm/dasarian,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, pada akhir Agustus 2020, wilayah Sulawesi Tenggara diprediksi berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori menengah, yaitu 51-150 mm/dasarian. Kecuali, lanjutnya, sebagian wilayah Bombana, Muna, Muna Barat Buton Tengah, Buton Selatan dan Bau-bau berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori Rendah (<=50mm/dasarian).

“Secara umum wilayah Sulawesi Tenggara pada akhir Agustus hingga akhir September 2020 diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori Rendah sampai dengan menengah (0-150 mm/dasarian),” ungkapnya.

Kata dia, diprediksi ada kecenderungan peningkatan curah hujan pada akhir Agustus hingga awal September dan berkurang hingga akhir September di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Selain itu, sebagian wilayah Kolaka Utara pada awal September diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi (151-200 mm/dasarian).

“Seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan terus waspada terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan/lahan yang mungkin terjadi selama musim kemarau. Pastikan update informasi cuaca/iklim melalui sumber terpercaya di akun-akun resmi BMKG,” katanya. (ds/ant)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar