OJK Sultra Dorong Pulihkan Ekonomi Melalui “Business Matching” TPAKD

Kepala OJK Sultra Mohammad Fredly Nasution saat memberikan sambutan pada Bazar Internasional Business Matching. (Foto: OJK Sultra)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mendorong pemulihan ekonomi melalui melalui program “business matching” Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Kepala OJK Sultra Mohammad Fredly Nasution di Kendari, Rabu, mengatakan “Business Matching” TPAKD tahun ini fokus pada pemulihan ekonomi daerah akibat pandemi Covid-19.

“OJK memberi perhatian besar pada upaya peningkatan akses dan literasi keuangan masyarakat di pelosok negeri, berbagai inisiatif telah kami luncurkan dan terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Fredly melalui rilis OJK Sultra.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLKI) ke-tiga yang dilakukan OJK pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen.

Secara khusus di Sulawesi Tenggara Indeks Literasi Keuangan (ILK) sebesar 36,75 persen dan Indeks Inklusi Keuangan (IIK) mencapai 75,07 persen (di bawah target nasional).

Kata Fredly, pemerintah, OJK, kementerian/lembaga terkait, industri jasa keuangan dan berbagai pihak lain terus meningkatkan edukasi di masyarakat yang disinergikan dengan program TPAKD.

“Melalui kegiatan ini para milenial Sultra diharapkan dapat mengembangkan jiwa entrepreneurship dan implementasi peran penting penerapan kesetaraan gender dalam upaya peningkatan ketahanan ekonomi daerah,” ujar Fredly.

Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas berharap melalui business matching TPAKD dan ASPPUK diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan jiwa kewirausahaan/entrepreneurship generasi muda, yang dapat membantu pemerintah dalam pengurangan angka pengangguran.

“Sehingga ke depannya anak-anak muda ini tidak hanya mengharapkan lapangan pekerjaan yang sudah tersedia, namun dapat berkontribusi untuk membuka lapangan kerja baru,” katanya.

OJK Sultra kolaborasi dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen dan literasi keuangan sebesar 50 persen pada tahun 2024 sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

OJK Sultra berkolaborasi dalam kegiatan Bazar Intermediasi ‘Empower Youth For Work (EYW)’ yang diselenggarakan oleh Sekretariat Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil-Mikro (ASPPUK) yang disinergikan melalui program Business Matching TPAKD Sultra dan komunitas binaan OJK Sultra Youth Entrepreuner Solution (YES Sultra) melibatkan 11 pengusaha muda dari Sulawesi Tenggara.

“Ini merupakan program fasilitasi pemuda (laki laki dan perempuan) yang sebelumnya telah terseleksi dari 200 orang calon pengusaha muda yang dilakukan melalui penguatan kapasitas dan potensi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para pengusaha muda Sultra dalam mempersentasikan prospek bisnisnya serta mempertemukan pengusaha muda yang telah didampingi oleh ASPPUK dengan para mitra potensial.

Kurang lebih 160 undangan yang terdiri dari investor bisnis, komunitas wurausaha muda sultra, pengusaha perhotelan, toko oleh-oleh, pelaku retail, industri perbankan dan non bank, serta pemerintah daerah.

Selain persentasi dan pameran produk, juga diadakan lelang paket usaha, yang terdiri dari produk-produk para pengusaha muda Sultra. Sebanyak 10 paket usaha dilelang kepada para pejabat daerah yang hadir pada kegiatan tersebut dengan kisaran harga antara Rp200 ribu-Rp500 ribu.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan dialog publik, yang diinisiasi oleh komunitas binaan OJK Sultra yaitu YESSultra yang diketuai oleh Cedrik Elcid Wurara, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, diantaranya Ridhony MH Hutasoit Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Salmiah Ariyana Ketua ASPPUK dan Andi Yanto Saputra Owner/ Pengusaha Kuliner di Kota Kendari.

Dialog publik ini melibatkan berbagai komunitas pemuda disultra seperti, RumGas, GenBI Sultra, Wirausaha Muda Nasional, mahasiswa wirausaha UHO, komunitas learning center dan komunitas wirausaha lainnya di Kota Kendari.

Kegiatan kolaborasi antara OJK, TPAKD Sultra, ASPPUK dan YESSultra dapat menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi daerah dan nasional dengan membuka dan memberikan peluang kepada entrepreneur muda Sultra, sebagai bagian dari pendorong roda ekonomi di daerah.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar