Lapas Kendari Donor Darah Bantu Kekurangan Stok Di PMI

Dengarkan Versi Suara
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama saat melakukan donor darah, Kendari, Senin (12/4/2021). (Foto : Lapas Kelas IIA Kendari)

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara menggelar aksi sosial donor darah guna membantu ketersediaan stok di PMI setempat.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra Muslim, di Kendari, Senin, mengatakan donor darah dilaksanakan seluruh Lapas/Rutan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-57 Tahun 2021.

“Donor darah ini hanya diikuti pegawai Lapas Rutan. Narapidana tidak. Dulu ada narapidana bisa melakukan donor darah, tetapi setelah ada keluar Peraturan Menteri Kesehatan, itu sudah tidak lagi,” kata Muslim.

Ia menyampaikan donor tersebut sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat terutama menjelang bulan Suci Ramadhan.

“Karena darah yang didonorkan ini kan diserahkan kepada siapa yang butuh melalui PMI. Ini juga dalam rangka ibadah-ibadah sosial,” ujar Muslim.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan secara bersamaan dengan jajaran Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang dipusatkan di lapas tersebut.

“Dari Lapas Kendari itu tadi yang memenuhi syarat untuk donor ada 30 orang,” kata Samad.

 

Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kendari saat mengikuti Safari Ramadhan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (12/4/2021). (Foto : Lapas Kelas IIA Kendari)

 

Ia berharap dengan donor darah yang dilakukan pihaknya bisa membantu kekurangan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) di daerah dimana kian hari semakin berkurang.

Selain kegiatan donor darah pihaknya juga melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan yang diikuti oleh warga binaan di Lapas tersebut.

Kemudian, jelasnya, dalam menyambut bulan Suci Ramadhan seluruh warga binaan di Lapas tersebut akan mengikuti pesantren Ramadhan sebanyak 40 orang yang dikhususkan bagi warga binaan yang sedang mengurus keterangan bebas bersyarat.

“Jadi salah satu untuk bisa diusulkan bebas bersyarat itu harus punya kepribadian dan mengikuti program pembinaan dan ini adalah salah satu program pembinaan namanya program pembinaan kepribadian,” jelasnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar