Kendari Sukses Tata Kawasan Kumuh Menjadi Destinasi Wisata

Dengarkan Versi Suara
Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir, saat menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Luar Studio Lintas Kendari Pagi dengan topik “Pengembangan dan Penataan Kawasan Bungkutoko dan Petoaha” yang di selenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Rabu.

 

DINAMIKASULTRA.COM,KENDARI-Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menata beberapa titik kawasan kumuh di kota itu menjadi destinasi wisata melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

“Pemerintah Kota Kendari terus menata kawasan-kawasan kumuh yang ada di Kota Kendari melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) agar menjadi kawasan yang lebih nyaman dan bersih, bahkan dapat menjadi destinasi wisata di Kota Kendari,” kata Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir, saat menjadi narasumber pada Dialog Interaktif Luar Studio Lintas Kendari Pagi dengan topik “Pengembangan dan Penataan Kawasan Bungkutoko dan Petoaha” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI, Rabu.

Wali Kota Kendari mengatakan, salah satu kawasan yang masuk dalam program KOTAKU adalah kawasan Bungkutoko dan Petoaha yang ditata menjadi destinasi wisata baru dengan konsep waterfront city (wisata air).

Ia berharap dengan pembangunan wisata air ini, masyarakat setempat turut menjaga agar dapat difungsikan dalam waktu yang lama. Karena pembangunan waterfront city ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah Kota Kendari.

Wali Kota juga menjelaskan di kawasan tersebut juga nantinya akan diadakan program pembinaan dan pembangunan home stay bagi masyarakat setempat.

“Home stay tersebut dimaksudkan untuk para wisatawan agar dapat menikmati destinasi wisata air,” katanya.

Selain untuk memanjakan para wisatawan, kata dia, penyediaan tempat penginapan ini juga dapat membantu perekonomian warga setempat yang rumahnya bersedia untuk dijadikan home stay.

“Kami punya obsesi kalau pandemi COVID-19 ini berakhir, kami ingin ada festival teluk setiap tahun di kawasan Bungkutoko dan Petoaha ini. Ini dimaksudkan agar dapat mendatangkan orang ke tempat ini sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi pemerintah maupun masyarakat setempat,” pungkasnya.

Baca Juga !
Tinggalkan komentar