BKKBN-RI Pantau Penanganan Penurunan Stunting di Luwu Utara

DINAMIKA SULTRA.COM, MAKASSAR – Deputi Litbang BKKBN-RI Muhammad Rizal M. Damanik memantau pelaksanaan penguatan Program Bangga Kencana untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.
Muhammad Rizal dalam keterangan yang diterima di Makassar, Sabtu, menyatakan memuji penanganan stunting di Kabupaten Luwu Utara.
“Ibu Bupati telah memaparkan tentang peta stunting, di mana penanganan stunting di Kabupaten Luwu Utara itu sudah sangat baik. Nomor dua terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan, setelah Kota Makassar, dengan prevalensi stunting 19,2 persen,” katanya.
Penanganan stunting yang baik ini juga linier dengan prestasi yang dikeluarkan BKKBN lainnya.
Menurutnya, Luwu Utara telah banyak menorehkan prestasi berkelas nasional, di antaranya Manggala Karya Kencana (MKK) dan Wira Karya Kencana (WKK).
“Semua penghargaan dari BKKBN ini, telah diraih oleh Kabupaten Luwu Utara,” ucapnya.
Dengan banyaknya prestasi tersebut, maka ia mengakui kedatangannya ke Luwu Utara sudah tepat karena sebagai daerah yang luar biasa, di mana akan lahir pemimpin dari generasi emas yang sehat dan cerdas.
“Ayo kita percepat penurunan angka stunting karena di sini akan lahir pemimpin generasi emas yang sehat dan cerdas,” katanya.
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan penanganan stunting harus melibatkan semua pihak.
“Bicara stunting banyak sekali yang dilibatkan di dalamnya. Kemudian kita melakukan pendekatan konvergensi. Jadi, ada penyatuan program kerja untuk mengantisipasi masalah stunting,” katanya.
Dia mengatakan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting dapat dilihat dari penerbitan berbagai regulasi tentang percepatan penurunan stunting.
“Adapun target penurunan stunting berdasarkan RPJMN 2019-2024 terdapat 30,8 kasus stunting berdasarkan Riskesda 2018 dan targetnya adalah di 14 persen pada tahun 2024,” kata dia
untuk RPJMD Luwu Utara di tahun 2021 berdasarkan laporan e-PPGBM, data awalnya 12,7 persen dan 2024 targetnya 13 persen.
“Jadi, sebenarnya sudah berada di bawah target yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, kami tetap berikhtiar agar penurunan angka stunting semakin laju di Kabupaten Luwu Utara,” katanya.
Kendati demikian, target yang sudah dicanangkan tidak dapat terwujud jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
“Yang paling penting dari angka-angka ini adalah tugas kita menghadirkan SDM yang berkualitas karena kita berbicara stunting. Apalagi kita sedang mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu Utara bersama seluruh jajarannya atas berbagai inovasi yang dilahirkan dalam rangka mengakselerasi penurunan stunting, utamanya dalam pelaksanaan Bazaar Sehari Lomba Menu Cegah Stunting.
“Kabupaten Luwu Utara ini sangat luar biasa sekali, karena seluruh tahapan dalam upaya penurunan stunting itu telah dilakukan dengan baik dan sempurna. Mohon penguatan untuk mempercepat penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.(ds/antara)