Asrun Lio Launching Pengawasan Masa Tenang Pemilu 2024

Dengarkan Versi Suara
Sekda Sultra Asrun Lio (tengah) mewakili Pj.Gubernur Sultra saat melaunching patroli pengawasan, yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka pengawasan memasuki tahapan masa tenang, termasuk menghadapi pemungutan, hingga penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kendari, Minggu. (ds/HO-Humas Pemprov Sultra)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, mewakili Pj Gubernur, Minggu, melaunching patroli pengawasan, yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka pengawasan memasuki tahapan masa tenang, termasuk menghadapi pemungutan, hingga penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Saat membacakan sambutan Pj Gubernur, Sekda Sultra mengatakan, Pemilu sebagai pesta demokrasi memegang peranan penting dalam menentukan arah dan kepemimpinan bangsa, negara, serta daerah tercinta. Seiring dengan itu, maka perlunya pengawasan pada setiap tahapan pemilu, yang juga menjadi suatu keharusan.

“Dalam rangka melaksanakan pengawasan terhadap tahapan masa tenang, pemungutan, dan penghitungan suara Pemilu, Bawaslu memiliki dasar hukum yang kuat, seperti yang diamanatkan dalam UU dan peraturan terkait, antara lain UU Nomor 7 tahun 2023, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2022, tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 2017, tentang pemilihan umum menjadi UU,” katanya.

Peraturan lainnya, lanjutnya, yakni Peraturan Bawaslu Nomor 9 Tahun 2019, tentang pedoman pengawasan partisipatif masyarakat dalam pemilihan umum.

“Untuk itu, para pengawas pemilu yang hadir hari ini, sebagai ujung tombak Bawaslu, memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas pengawasan, patroli pengawasan yang diluncurkan hari ini, menjadi bentuk kongkret dari upaya bersama, dalam menjaga integritas dan kelancaran proses demokrasi,” tutur Jenderal ASN Sultra ini.

Menurutnya, pengawasan yang ketat dan transparan, akan memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa setiap suara memiliki nilai yang sama. Ini adalah bagian dari prinsip dasar Pemilu, yang menjamin hak setiap warga negara, untuk berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa.

“Memastikan kelancaran dan keadilan pemilu, maka kita memiliki Komisi Pemilihan Umum, yang bertugas menyelenggarakan teknis pemilu. Selain itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), hadir sebagai lembaga pengawas yang memastikan jalannya pemilu, sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku,” ucapnya.

Sekda Sultra ini melanjutkan, dalam perjalanan tersebut, juga memiliki Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dimana memiliki peran krusial dalam menangani permasalahan etika, yang mungkin timbul diantara lembaga penyelenggara. Keberadaan DKPP menunjukkan bahwa, integritas dan etika menjadi poin utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

“Launching patroli pengawasan yang kita laksanakan hari ini, adalah sebuah langkah strategis untuk melibatkan masyarakat secara langsung, dalam pengawasan tahapan masa tenang, pemungutan, dan penghitungan suara pemilu. Patroli ini bukan hanya tanggung jawab pihak berwenang, melainkan tanggung jawab bersama kita semua, sebagai warga negara. Dalam melaksanakan patroli pengawasan, mari kita bahu membahu mengawasi setiap tahapan pemilu, dengan sikap netral dan objektif. Laporkan segala potensi pelanggaran dengan bijaksana dan hindari yang dapat memicu ketegangan di masyarakat,” pesannya.

Dia meyakini, semua pihak termasuk para petugas yang terlibat dalam proses Pemilu, memiliki tugas mulia dan tanggung jawab yang besar, untuk memastikan pemilihan umum tahun 2024 berjalan dengan aman, damai dan tanpa cela, serta sesuai dengan ketentuan perundang undangan.

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada bapak dan ibu, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan bersungguh- sungguh dengan amanah. Para pengawas pemilu memiliki peran yang sangat strategis, dalam menjaga integritas dan keamanan pelaksanaan pemilu,” pesannya lagi.

Sekda Sultra ini menyampaikan, dalam rangka pengawasan tahapan masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, terdapat beberapa arahan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, netralitas dan kemandirian. Para pengawas pemilu diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan netral dan mandiri, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun saat melaksanakan tugas pengawasan.

Kedua, kondisi kesehatan adalah suatu tantangan bagi para pengawas pemilu. Untuk itu, dia meyakini jika jiwa dan raga dalam kondisi baik, maka kerja di lapangan juga akan baik.

Dan ketiga, keamanan para pengawas pemilu harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, perlu memastikan yang dilengkapi dengan peralatan pelindung diri, yang sesuai dengan kondisi cuaca. Lakukan pemantauan cuaca secara terus menerus yang dapat diakses melalui laman web Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Perbaharui informasi cuaca secara berkala untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu dari perwakilan media, yang terus memberikan liputan yang objektif, berimbang, dan akurat terkait pemilu. dukungan media sangat penting untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan proses demokrasi. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda, kementerian lembaga pemantau pemilu, dan stakeholder lainnya yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pemilu yang berintegritas, jujur, adil serta tentu saja saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran pengawas pemilu, karena sudah menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi bangsa Indonesia,” paparnya.

Dalam kesempatan itu juga, Sekda Sultra ini menyampaikan bahwa dalam doa bersama, dirinya mengajak semua pihak untuk memohon kepada Allah, agar memberikan keberkahan, kelancaran, dan ketentraman dalam pelaksanaan pemilu ini.

“Semoga Allah melindungi setiap langkah yang diambil dalam menjalankan tugas dharma sakti kepada bangsa, negara, daerah kita tercinta. Mari kita wujudkan pelaksanaan pemilu 2024 di Sulawesi Tenggara, yang aman damai dan tanpa cela,” harapnya.(ds/ono)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar