Baznas RI Salurkan Zakat Fitrah Kepada Difabel dan Duafa di Rawa Buaya

Listen to this article
Petugas dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyerahkan bantuan paket beras zakat fitrah kepada penerima manfaat dari kelompok difabel dan duafa di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (14/3/2026). (ds/ANTARA/HO-Baznas RI)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras kemasan 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan duafa di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

 

Sekretaris Utama Baznas RI Subhan Cholid dalam keterangan di Jakarta, Senin, menyatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bentuk tanggung jawab lembaga dalam memastikan hak para mustahik terpenuhi pada bulan suci Ramadhan.

 

“Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” katanya.

 

Subhan menyebutkan Baznas ingin memastikan bahwa pada hari raya Idul Fitri nanti tidak ada lagi keluarga yang merasa kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokoknya.

 

Ia menjelaskan penyaluran zakat fitrah kali ini bekerja sama dengan MI Daarusshofa, yang dilaksanakan di Rumah Belajar Winsar, sebuah titik temu bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah tersebut.

 

Menanggapi hal ini Ketua Yayasan Bina Insani Winsar Dwi Handayatun bersyukur sebagai ibu yang membesarkan dua anak disabilitas di tengah pemukiman padat yang sering dilanda banjir, kehadiran Baznas sangat membantu.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada Baznas. Jujur, saya sempat merasa berjuang sendirian selama bertahun-tahun mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal Baznas, saya merasa sangat dirangkul. Baznas benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami, bukan cuma formalitas, tapi bantuan yang diberikan benar-benar kami rasakan manfaatnya,” ucap dia.

 

Dwi menyebutkan bantuan beras ini sangat tepat waktu mengingat kondisi ekonomi warga yang belum stabil setelah dua kali terdampak banjir dalam sebulan terakhir.

 

“Rata-rata warga di sini bekerja sebagai pemulung dan buruh. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi harus beli beras pasca-banjir. Sebanyak 80 paket beras ini saya pastikan diterima orang yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Dwi.

 

Hal senada disampaikan oleh Winarni, salah satu ibu yang anaknya merupakan penyandang disabilitas intelektual. Baginya, penyaluran zakat fitrah beras ini sangat membantu di tengah keterbatasan keluarganya.

 

“Kami ini keluarga prasejahtera, hidup kami di bawah rata-rata. Beras adalah kebutuhan primer kami setiap hari. Setelah mendapat bantuan fitrah dari Baznas, kami sangat mengucapkan terima kasih banyak. Semoga ini terus berjalan tahun ke depan, karena sangat membantu kehidupan kami semua. Terus maju Baznas, jangan berhenti membantu orang seperti kami,” tutur Winarni.(ds/antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar