Kemendikdasmen Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

DINAMIKA SULTRA.COM, BALIKPAPAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan melakukan perbaikan sarana prasarana dan fasilitas (revitalisasi) sedikitnya 71.744 sekolah pada 2026, demi kelayakan kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan peserta didik.
“Tahun ini ditargetkan revitalisasi sekitar 71.744 sekolah secara nasional,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerja di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu.
Ia menambahkan, revitalisasi sekolah itu sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur pendidikan di seluruh daerah, termasuk wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sekolah di Provinsi Kalimantan Timur yang mendapatkan bantuan perbaikan sarana prasarana dan fasilitas sebanyak 341 sekolah yang terdata layak menerima bantuan dari total 806 usulan pada 2026.
Mendikdasmen meminta kepala sekolah penerima bantuan mengelola anggaran secara transparan dan bertanggung jawab, karena revitalisasi merupakan amanat publik untuk meningkatkan kualitas ruang belajar dan keselamatan peserta didik.
Tercatat di Kemendikdasmen sedikitnya 286 sekolah di Provinsi Kalimantan Timur mendapat bantuan revitalisasi pada 2025, kata dia, dilaporkan pengerjaan perbaikan sarana prasarana dan fasilitas di setiap sekolah penerima bantuan telah selesai.
Revitalisasi sekolah pada 2025 tersebut, lanjut dia, mencakup satuan pendidikan di Kota Balikpapan dan Samarinda, serta Kabupaten Penajam Paser Utara dengan nilai Rp253,75 miliar.
Terinci perbaikan sarana prasarana dan fasilitas sekolah tersebut dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan kesetaraan, penerima bantuan di Kota Balikpapan 16 sekolah dengan nilai Rp13,60 miliar.
Kemudian di Kabupaten Penajam Paser Utara 34 sekolah dengan nilai Rp22,30 miliar, serta di Kota Samarinda 52 sekolah dengan total nilai Rp59,53 miliar.
Revitalisasi sekolah yang dilakukan, jelas dia, sebagai bukti nyata negara hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan sekolah yang layak, aman, dan bermutu.
“Perbaikan sarana prasarana dan fasilitas sekolah, terutama di wilayah Provinsi Kalimantan Timur merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan pendidikan di daerah penyangga IKN,” demikian Abdul Mu’ti.(ds/Antara)