Bandara Haluoleo Kendari Benahi Fasilitas Kenyamanan Pengguna Jasa

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) atau Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membenahi sejumlah fasilitas guna memberikan kenyamanan bagi para masyarakat atau pengguna jasa transportasi udara di daerah tersebut.
Kepala Bandara Haluoleo Denny Ariyanto di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan klarifikasi pemberitaan terkait kerusakan fasilitas toilet di area bandara. Ia menegaskan bahwa kerusakan tidak terjadi pada seluruh fasilitas sanitasi, melainkan hanya di satu titik area keberangkatan.
“Kami mengajak rekan-rekan media untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Bukan semua toilet rusak, hanya satu titik di area keberangkatan. Itu pun terjadi karena faktor usia pakai,” kata Denny.
Ia menjelaskan Bandara Haluoleo telah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2014. Memasuki usia operasional yang ke-12 tahun, penurunan fungsi fasilitas akibat tingginya volume pemakaian oleh ratusan penumpang setiap harinya merupakan hal yang wajar.
Meski demikian, Denny menegaskan pihak manajemen tidak tinggal diam dan bergerak cepat untuk melakukan pembenahan secara cermat.
“Tentunya kami dari pengelola bandara akan melakukan perbaikan dan penataan ulang sehingga pelayanan kami menjadi lebih baik kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan ini dalam waktu yang tidak terlalu lama, targetnya satu hingga dua bulan ke depan,” ujarnya.
Selain fokus pada pembenahan fasilitas domestik, Bandara Haluoleo juga tengah mempersiapkan ekspansi konektivitas udara untuk mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Denny mengungkapkan, maskapai TransNusa berencana membuka rute penerbangan baru yang akan menghubungkan Kendari dengan sejumlah hub (bandara pengumpul) strategis, salah satunya Manado, Sulawesi Utara.
“Ada rencana penerbangan baru dari TransNusa menggunakan pesawat ARJ dengan kapasitas sekitar 100 penumpang per penerbangan. Rute ini akan menghubungkan hub dari Manado ke Kendari,” ungkapnya.
Selain Manado, pihak bandara juga menangkap adanya penjajakan rute penerbangan dari Denpasar, Bali. Namun, detail dan kepastian operasional rute tersebut masih dalam tahap pematangan.
Denny berharap pembukaan rute baru ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak agar dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sulawesi Tenggara melalui konektivitas jalur udara bagian utara.
“Kami mohon dukungannya agar penerbangan ini bisa segera terealisasi. Konektivitas ini sangat penting untuk melayani lebih banyak penumpang sekaligus mendukung kemajuan pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara,” tambah Denny.(ds/Ono)