Mendiktisaintek Dorong Peran Kampus dalam Industri Semikonduktor

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong peran perguruan tinggi untuk dapat berkontribusi dalam industri semikonduktor dalam negeri.
Melalui keterangan di Jakarta, Rabu, Menteri Brian menyebut peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih merupakan langkah awal dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional, yang pelaksanaannya harus dibarengi dengan proses validasi, pilot project, hingga produksi massal agar menghasilkan produk yang benar-benar dapat dimanfaatkan.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi strategis nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya.
Mendiktisaintek mengapresiasi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang turut berkontribusi dalam Sandbox Desain Chip Merah Putih bersama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Ia mengungkapkan Kemdiktisaintek telah menggelar pelatihan bagi sekitar 1.500 lulusan untuk mengenalkan dan mendorong mereka terlibat dalam bidang desain chip sebagai bagian dari penguatan talenta semikonduktor nasional.
Melalui langkah strategis ini, Menteri Brian berharap agar Indonesia mampu menghasilkan chip untuk berbagai produk strategis nasional, seperti e-paspor, e-KTP, dan e-SIM sebagai bagian dari penguatan kedaulatan teknologi nasional.
“Semikonduktor saat ini tidak hanya sekadar komponen elektronik, tetapi menjadi fondasi daya saing ekonomi, pertahanan, dan bahkan kedaulatan teknologi suatu bangsa,” ujarnya.
Mendiktisaintek optimistis Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di bidang teknologi tinggi apabila memperoleh akses terhadap teknologi dan berbagai peluang untuk berkembang.
“Sesungguhnya kualitas SDM kita bisa kita buktikan ketika akses teknologi, ketika peluang-peluang itu dibuka. Kami yakin akan banyak putra-putri terbaik kita yang bisa menekuni hal-hal yang mungkin sulit, mungkin berat. Tapi saya yakin, kalau kita perhatikan performa dan kapasitas putra-putri bangsa Indonesia, tidak kalah dengan orang-orang di luar negeri,” ucapnya.
Sementara, Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko menjelaskan fasilitas Sandbox Desain Chip Merah Putih dirancang sebagai rumah kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah.
Dengan dukungan infrastruktur digital modern, fasilitas tersebut memungkinkan proses perancangan, simulasi, hingga validasi desain chip nasional dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Teguh menyebut purwarupa chip paspor elektronik hasil kolaborasi Peruri dan ITB melalui PT LAPI ITB telah tiba di Indonesia pada pertengahan Juli dan sedang menjalani tahap uji keandalan akhir di laboratorium.
“Fasilitas Sandbox yang hadir di hadapan kita dirancang sebagai rumah kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah. Dengan dukungan infrastruktur digital modern, fasilitas ini memungkinkan proses perancangan, simulasi, hingga validasi desain chip nasional dilakukan dengan jauh lebih cepat dan terintegrasi,” tutur Teguh Arief Indratmoko.(ds/Antara)