BGN Pastikan Layanan Medis dan Evaluasi Keracunan MBG di Papua Optimal

DINAMIKA SULTRA.COM, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono memastikan layanan medis dan evaluasi keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua berjalan optimal.
“Tadi saya langsung berkunjung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani ini, memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, mengapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend (hentikan sementara) dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada standar operasional prosedur atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua,” ujar Trenggono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Hal tersebut disampaikan Trenggono saat meninjau lokasi dugaan insiden keamanan pangan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk pada Kamis (6/8).
Trenggono juga meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien, yaitu Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari, guna memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis yang memadai, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penerima manfaat beserta keluarga.
Selain itu mengunjungi SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua yang bertanggung jawab atas makanan yang didistribusikan pada penerima manfaat saat insiden terjadi pada Rabu (5/8) pagi untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional yang diterapkan dan memberhentikan operasional sementara SPPG tersebut.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, melainkan sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Berdasarkan data hingga pukul 15.45 WIT, tercatat sebanyak 219 penerima manfaat telah memperoleh penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Sebanyak 83 pasien dirawat di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 14 pasien di Puskesmas Sentani, dua pasien di Puskesmas Komba, satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan, empat pasien di RS Dok II Jayapura, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, dan 20 pasien di RS Dian Harapan.
Dari jumlah tersebut, delapan pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara itu tiga pasien dirujuk dari RSUD Yowari ke RS Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, sekaligus mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.
“Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi,” ucap Trenggono.
Ia menambahkan hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan Program MBG.
“Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program MBG semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima,” tuturnya.(ds/Antara)