Sultra Luncurkan GETRA untuk Perkuat Ekspor UMKM

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi meluncurkan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) sebagai upaya memperkuat ekosistem perdagangan daerah sekaligus memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar internasional.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa keberadaan GETRA merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekspor yang terintegrasi guna mendukung daya saing produk lokal di mancanegara.
“Gerai Ekspor Sultra ini adalah perdana yang kita lakukan. Tujuannya untuk membantu para UMKM menjual produknya hingga ke luar negeri,” kata Andi Sumangerukka usai meluncurkan pusat fasilitas ekspor GETRA di salah satu pusat perbelanjaan di Kendari.
Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa GETRA dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang memberikan pendampingan komprehensif bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi, pelatihan, pemenuhan kelengkapan dokumen, hingga fasilitasi akses pasar.
“Melalui fasilitas ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan standar dan kualifikasi pasar global,” ujar Andi Sumangerukka.
Dia mengungkapkan bahwa pada tahap awal operasionalnya, gerai ini menargetkan pengiriman sejumlah komoditas unggulan daerah, seperti tepung, minyak goreng, dan hasil laut, dengan sasaran ekspor utama ke Tiongkok serta beberapa negara mitra lainnya.
“Saya berharap GETRA dapat menjadi pusat layanan terpadu yang memberikan konsultasi, pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi ekspor bagi para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Inisiasi pembentukan GETRA oleh Pemprov Sultra ini turut didukung oleh perbankan dan instansi teknis terkait, di antaranya Bank Indonesia (BI), Bea Cukai, serta Badan Karantina Indonesia.
“Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memangkas hambatan administratif dan logistik, sehingga semakin banyak produk lokal Sultra yang dapat dipasarkan secara berkelanjutan di pasar global,” tambah Andi Sumangerukka.
Berdasarkan data BPS setempat, nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Juni 2026 mencapai US$321,05 juta atau naik 1,25 persen dibanding Juni 2025.
Komoditas utama yang mendominasi ekspor daerah ini meliputi sektor pertambangan seperti besi dan baja, serta produk non-tambang seperti perikanan (ikan, kerang, moluska, tuna, gurita), ubur-ubur, dan arang tempurung kelapa.(ds/Ono)