Kendari dan Pertamina Sidak SPBU Pastikan Ketersediaan Stok BBM

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta instansi terkait melakukan sidak di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan ketersediaan BBM di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari Wawan Astanto saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa keempat lokasi yang disidak meliputi SPBU Martandu, SPBU Tapak Kuda, SPBU Teratai, dan SPBU Kongoasa.
“Pemantauan ini dilakukan untuk menelusuri penyebab antrean panjang kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah titik di Kota Kendari,” kata Wawan Aswanto.
Dia menyebutkan bahwa dari hasil peninjauan lapangan, tim menemukan bahwa antrean panjang bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan dipicu aksi beli panik (panic buying) serta peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite.
Masyarakat yang biasanya mengisi BBM senilai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, kini cenderung mengisi tangki kendaraan hingga penuh (full tank). Kondisi itu memperlama durasi pelayanan dispenser menjadi sekitar 3 hingga 5 menit per kendaraan roda empat.
Sementara di SPBU Tapak Kuda yang tidak melayani Pertalite, kondisi terpantau relatif lengang.
Ia menegaskan hasil pemeriksaan membuktikan pasokan BBM di Kota Kendari dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM di Kendari masih mencukupi, antrean terjadi lebih karena meningkatnya volume pembelian. Kami juga mengajak warga menyaring informasi dari sumber resmi agar tidak terpengaruh isu unverified,” ujar Wawan Aswanto.
Dalam kesempatan sidak tersebut, DPC Hiswana Migas mengusulkan kepada Pemkot Kendari untuk menerbitkan surat edaran terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi, yakni maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat dan 10 liter per hari untuk kendaraan roda dua.
“Skema ini diusulkan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran sekaligus mengurai kepadatan di SPBU,” katanya.
Pemerintah Kota Kendari bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan melalui sidak berkala serta sosialisasi penggunaan BBM bersubsidi secara bijak agar distribusi energi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak.(ds/Ono)