Baznas RI Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Bencana Gempa Bumi di NTT

DINAMIKA SULTRA.COM, MANGGARAI BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendirikan dapur umum di wilayah terdampak bencana gempa bumi di Ponpes Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) guna memastikan kebutuhan makanan para pengungsi terpenuhi.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Rabu menyampaikan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pangan masyarakat menjadi salah satu prioritas Baznas dalam penanganan bencana gempa bumi di NTT.
“Dapur umum sudah mulai beroperasi untuk segera memproduksi sejumlah makanan dengan dibantu oleh sejumlah relawan dan warga setempat untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat di pengungsian,” kata Idy.
Idy menyebut keterlibatan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyaluran bantuan kepada para pengungsi.
Adapun jumlah makanan yang diproduksi melalui dapur umum akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di samping menyediakan dapur umum, Baznas juga terus mengerahkan berbagai upaya untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap bencana,” ujarnya.
Idy menyampaikan, upaya pemenuhan kebutuhan pangan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Baznas untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat pascagempa. Baznas akan terus berupaya hadir bersama masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
Ia memastikan Baznas akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak untuk memastikan bantuan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Baznas sangat prihatin atas musibah yang terjadi di NTT. Kita tahu banyak saudara-saudara kita yang terdampak dan membutuhkan bantuan. Karena itu, Baznas berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana hingga masa pemulihan,” tutur Idy Muzayyad.
Terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
“Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” ucap Menko PMK.(ds/Antara)