Menteri KKP Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Jaga Sumber Daya Kelautan

DINAMIKA SULTRA.COM, KONAWE – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) sebagai momentum untuk menjaga keamanan, kedaulatan, dan keberlanjutan sumber daya kelautan nasional sebagai pilar utama ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono saat ditemui di Konawe, Senin, mengatakan bahwa pengawalan terhadap sektor kelautan tidak sekadar menjaga batas wilayah, melainkan melindungi sumber kehidupan bangsa melalui perkuatan enam program kerja prioritas nasional.
“Menjaga laut bukan sekadar menjaga wilayah, tetapi juga menjaga sumber kehidupan dan masa depan bangsa. Kita ingin ikan bukan sekadar sumber pangan untuk kemandirian protein bangsa, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang lebih baik bagi nelayan, pembudidaya, dan masyarakat pesisir,” kata Sakti Wahyu saat memimpin Upacara HUT RI di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tengagra (Sultra).
Ia menyebut saat ini terdapat enam program prioritas yang tengah digarap, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, budi daya ikan tematik berbasis desa di 40.000 lokasi pada 500 kabupaten/kota, revitalisasi budi daya ikan di Pantura Jawa, pembangunan budi daya udang terintegrasi di Waingapu, modernisasi kapal perikanan tangkap, serta pengembangan kawasan sentra industri garam nasional di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Enam program prioritas tersebut memiliki satu tujuan, yakni memperkuat produksi pangan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dan mensejahterakan rakyat,” ujarnya.
Wahyu Sakti menyampaikan bahwa pihaknya mencatat hasil nyata hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih di Papua, tempat hampir 90 persen masyarakat bergantung pada perikanan, namun pendapatan nelayan masih di bawah upah minimum provinsi (UMP).
“Dalam uji coba operasional, kawasan terpadu tersebut berhasil memproduksi dan mengirimkan hingga 8 ton ikan berkualitas ekspor ke luar kota,” sebutnya.
Untuk mengawal keberlanjutan sumber daya laut dan program prioritas tersebut, KKP menyiagakan deretan armada kapal pengawas, di antaranya Kapal Pengawas (KP) Orca 01, Orca 04, Orca 05, Orca 06, KP Paus 01, KP Hiu Macan Tutul 01, serta KP Hiu 13, Hiu 14, dan Hiu 15.
Pada kesempatan itu, Menteri KKP juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8).
“Sejak hari pertama bencana, KKP telah mengambil langkah cepat dengan membentuk tim khusus, mendirikan posko tanggap bencana, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta menggalang donasi dan bantuan logistik,” kata Wahyu Sakti.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran KKP untuk terus bergotong-royong menyalurkan bantuan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana di NTT berlangsung.(ds/Ono)