Wamenko Pangan: Patenkan Inovasi Penanggulangan Karhutla Polda Kalsel

DINAMIKA SULTRA.COM, BANJARBARU – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq selaku Koordinator Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan meminta inovasi penanggulangan karhutla oleh Polda Kalsel dipatenkan.
“Ini temuan sangat bagus dan bisa segera dilakukan perlindungan hak cipta melalui hak paten,” kata Hanif di Banjarbaru, Kalsel, Jumat.
Menurut dia, hak cipta karya anak bangsa tidak boleh digunakan tanpa menghargai penemunya.
Sehingga temuan cairan khusus pendingin lahan gambut terbakar dari tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel yang digagas Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan itu sudah selayaknya didaftarkan melalui sistem Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Hanif mengatakan cairan konsentrat yang ditemukan berbahan dasar surfaktan nabati ramah lingkungan itu sudah sangat memadai untuk terus dikembangkan lebih besar.
Dia pun mendorong pemerintah provinsi bisa menyuntikkan anggaran besar untuk replikasi produk yang digagas Kapolda Kalsel.
Sehingga semua tim penanggulangan karhutla di lapangan bisa mengimplementasikannya secara lebih luas.
“Saya menyaksikan sendiri malam ini formula konsentrat dengan perbandingan air satu banding 100 terbukti memutus saluran oksigen ke bahan bakar dalam waktu cepat sehingga bara api dalam tanah gambut benar-benar padam,” jelasnya.
Hanif bersama Kapolda Kalsel malam ini menguji efektivitas hasil temuan tim Bidlabfor dalam pemadaman bara api dalam tanah gambut yang masih mengeluarkan asap di Pengayuan Banjarbaru.
Hasil pengaplikasian di beberapa titik, Polda Kalsel berhasil mencari sumber api dari dalam tanah melalui drone thermal.
Kemudian memadamkannya dengan cairan khusus lewat metode suntik gambut menggunakan pipa sepanjang dua meter.
Sebelumnya cairan inovasi itu dicampurkan ke sumber air di kolam portabel jenis bioflok yang telah dibuat berkapasitas 12 ribu liter.
Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma menjelaskan prinsip kerja cairan konsentrat yang dihasilkan ketika disemprotkan ke dalam tanah gambut memutus rantai oksigen sehingga bara api langsung padam dan suhu tanah cepat dingin.
“Dari aplikasi di lahan Pengayuan ini dua hari lalu di titik berbeda sampai malam ini tidak ada lagi asap karena bara api benar-benar padam,” jelas perwira lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.(ds/Antara)