Sulteng Tekan Hilirisasi Tambang Harus Hasilkan Produk Jadi

Listen to this article
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A Lamadjido. (ds/ANTARA/HO-Pemprov Sulteng)

 

DINAMIKA SULTRA.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas pertambangan secara utuh agar hasil tambang daerah tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi, melainkan produk jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.

 

“Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi, tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido di Palu, Minggu.

 

Ia mengemukakan optimalisasi pengelolaan sektor tambang seperti nikel harus berfokus pada pengolahan tingkat akhir di dalam negeri guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.

 

“Skema hilirisasi pertambangan yang berjalan optimal harus dipastikan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan mendorong lahirnya ekosistem usaha pendukung di sekitar kawasan industri,” sebutnya.

 

Menurut dia, pemerintah daerah memastikan terbuka bagi para investor yang ingin menanamkan modal dan membangun industri pengolahan di Sulawesi Tengah, selama seluruh mekanisme perizinan dan tata kelola dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

“Kami sangat terbuka kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” ucapnya.

 

Diketahui saat ini di Sulawesi Tengah tercatat ada 151 Izin Usaha Pertambangan (IUP) serta 293 IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLBB).

 

Berdasarkan data BPS Sulteng bahwa perekonomian di daerah tersebut pada triwulan kedua tahun 2026 tumbuh sebesar 5,06 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

 

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah berdasarkan lapangan usaha masih didominasi oleh industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 44,37 persen, diikuti sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 13,79 persen. Sehingga akumulasi ketiga sektor utama itu menyumbang 73,75 persen dari total perekonomian Sulteng.(ds/Antara)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar