BWS Tangani Kekeringan 50 Hektare Sawah di Kendari Lewat Pompanisasi

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari membantu penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino pada sekitar 50 hektare lahan persawahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui pengoptimalan program pompanisasi.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan langkah darurat tersebut dilakukan dengan mengalirkan pasokan air dari Kali Wanggu ke areal persawahan guna menyelamatkan tanaman padi petani dari risiko gagal panen (puso).
“Terkait kondisi El Nino yang cukup kuat tahun ini, kami memberikan bantuan penanganan kekeringan sawah melalui program prioritas penyelamatan sawah,” kata Harliansyah.
Dia menyampaikan bahwa khusus di Kota Kendari, kami sudah melakukan penanganan intensif selama tujuh hari sehingga sekitar 50 hektare persawahan warga teruji selamat dan bisa dipanen.
Harliansyah menjelaskan pompanisasi menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan air irigasi serta mempertahankan produktivitas pertanian lokal di tengah kondisi cuaca kering yang berkepanjangan.
“Selain intervensi pompanisasi di ibu kota provinsi, BWS Sulawesi IV Kendari juga menggulirkan program revitalisasi sarana irigasi secara menyeluruh. Hingga saat ini, perbaikan jaringan irigasi telah terealisasi pada 600 titik yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Harliansyah mengungkapkan bahwa upaya tanggap darurat dan pembenahan infrastruktur pembuangan air ini merupakan bagian dari komitmen lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan regional, khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami krisis pasokan air selama musim kemarau.
Dia menambahkan bahwa BWS Sulawesi IV Kendari bersama pemerintah daerah terus meningkatkan pemantauan terhadap ketersediaan debit air pada sejumlah sumber air baku dan lahan pertanian produktif guna memastikan kebutuhan irigasi para petani tetap terpenuhi secara berkelanjutan.(ds/Ono)